Forum Industri Nikel Indonesia (FINI) menyatakan sektor hilirisasi nikel masih memegang peran strategis dalam peta investasi nasional.
Meskipun posisinya sempat tersalip oleh investasi hilirisasi bauksit pada kuartal II-2026, kontribusinya tetap signifikan.
>>> Jenius by SMBC Hadirkan Lari Lebih Berarti di POCARI SWEAT Run
Ketua Umum FINI Arif Perdana Kusumah mengungkapkan realisasi investasi hilirisasi nikel periode 2020 hingga 2025 mencapai Rp690,3 triliun.
Angka tersebut setara dengan US$44,54 miliar.
>>> Brent Tembus US$100, Dunia Kian Getol Berburu Minyak AS
"Realisasi investasi dalam bidang hilirisasi pada industri nikel periode 2020 hingga 2025 mencapai sebesar Rp690,3 triliun, atau setara US$44,54 miliar," ujar Arif saat dihubungi, Jumat (23/7/2026).
Arif menjelaskan kemajuan pesat sektor nikel terlihat jika dibandingkan dengan progres hilirisasi komoditas tambang lain, seperti bauksit.
>>> Jadwal Ganjil Genap Puncak Bogor Akhir Pekan 24–26 Juli 2026
Industri pengolahan nikel di Indonesia berkembang pesat sejak pemerintah menerapkan larangan ekspor bijih nikel secara tegas.
