Primate Labs secara resmi merilis Geekbench 7, versi terbaru dari aplikasi benchmarking lintas platform.
Pembaruan ini menghadirkan workflow pengujian yang diperbarui serta desain ulang pada pengujian multi-core CPU dan GPU.
>>> iQOO Z11 Lite Resmi Meluncur dengan Baterai 6.500 mAh dan Chip Dimensity 6300
Di sisi CPU, Geekbench 7 menyertakan workload media baru untuk encoding, decoding, dan pemrosesan audio serta video.
Tes ini dirancang untuk mencerminkan penggunaan sehari-hari seperti panggilan video, berbagi layar, dan konsumsi konten.
Untuk gaming, terdapat workload Game Physics baru yang dibangun di atas mesin Jolt Physics.
Sementara itu, workload Photo Editor kini menawarkan rangkaian pengeditan dunia nyata yang lebih kaya, dan Photo Library mendukung impor serta pemrosesan format gambar JPEG XL dan DNG.
>>> Xiaomi Luncurkan Mijia Wireless Floor Cleaner 5C dengan Daya Hisap 18.000Pa
Pendekatan Baru pada Tes Multi-Core
Geekbench 7 hanya menjalankan tes multi-core jika tugas dunia nyata benar-benar memanfaatkan banyak inti. Menurut Primate Labs, pendekatan ini mencegah skor yang meningkat secara tidak realistis.
Akibatnya, tes browser HTML5 tidak lagi disertakan dalam pengujian multi-core.
Pada sisi GPU, Geekbench 7 berfokus pada tugas content creation dan machine learning, bukan rendering grafis 3D.
Contoh pengujian GPU meliputi pemodelan filter wajah di aplikasi media sosial, peningkatan skala gambar dengan machine learning, dan pemodelan fitur latar belakang virtual di aplikasi konferensi video.
>>> Lava Virat V1 dan Virat V1 5G Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp8.999
Seperti versi sebelumnya, Geekbench 7 gratis untuk penggunaan pribadi dan tersedia di Android, iOS, Windows, macOS, dan Linux.

