Pasar keuangan global akan menghadapi pekan yang padat dengan agenda ekonomi.
Kekhawatiran pelaku pasar dan bank sentral utama dunia terhadap kembalinya harga minyak mendekati US$100 per barel menjadi perhatian utama.
>>> Pelaku Serangan Mobil di Parade Pride Berlin Ditembak Mati Polisi
Rangkaian keputusan suku bunga negara-negara G7 dimulai dengan Federal Reserve pada Rabu. Disusul Bank of England (BOE) dan Bank of Japan (BOJ) pada akhir pekan.
Ketiganya diperkirakan belum mengubah suku bunga acuan. Namun, mereka diperkirakan akan menunjukkan tingkat kewaspadaan yang berbeda terhadap risiko inflasi akibat lonjakan harga energi.
Bank Sentral Eropa (ECB) juga memberikan sinyal siap kembali menaikkan suku bunga.
>>> AS dan Iran Hentikan Serangan Setelah Eskalasi Berhari-hari
Pelaku pasar mulai berekspektasi bahwa sebagian besar bank sentral utama berpotensi kembali mengambil langkah hawkish dengan memperketat kebijakan moneternya paling cepat pada September.
Proyeksi The Fed
Bloomberg Economics memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga. Namun, mereka akan menyampaikan nada yang lebih hawkish.
"Kami memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga dengan nada hawkish.
>>> Cara Nonton Live Streaming Persib vs Arema FC di Vidio, Simak Panduannya
Gubernur Kevin Warsh kemungkinan menegaskan inflasi masih terlalu tinggi dan tetap membuka peluang kenaikan suku bunga pada September, meski data inflasi Juni yang lebih lemah diperkirakan cukup untuk mencegah kenaikan pada bulan ini," sebut Bloomberg Economics dalam catatannya.
