Di aula pameran KINTEX, penyelenggara akan menggelar acara bergaya festival musik dengan banyak artis, serta pameran dan program interaktif untuk merasakan budaya Korea secara langsung.
Perusahaan yang berpartisipasi akan mencakup sektor makanan, kecantikan, mode, serta industri konten seperti webtoon, film, drama televisi, dan animasi.
Dukungan Pemerintah dan Dampak Ekonomi
Menteri Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Chae Hwi-young, yang juga ketua komite, mengatakan tujuan utama adalah menjadikan acara ini sebagai acara yang ingin dihadiri orang-orang dari seluruh dunia, sambil mendapatkan kepercayaan industri hiburan global.
Pemerintah akan mendukung kelancaran festival dengan membantu bidang-bidang seperti prosedur imigrasi dan manajemen keamanan. Acara ini juga akan digunakan untuk mempromosikan pariwisata inbound.
Institut Budaya dan Pariwisata Korea, sebuah lembaga pemikir di bawah kementerian kebudayaan, memproyeksikan bahwa acara Fanomenon dapat menarik total 520.000 pengunjung, termasuk 200.000 turis asing, dan menghasilkan dampak ekonomi sekitar 1 triliun won ($679,7 juta).
Empat agensi K-pop terbesar Korea — Hybe, SM Entertainment, YG Entertainment, dan JYP Entertainment — memimpin inisiatif ini melalui usaha patungan yang direncanakan.
Park Jin-young, chief creative officer JYP, mengatakan proyek ini dimaksudkan untuk kepentingan publik, tetapi konser akan berbayar dan didukung sponsor untuk memastikan keberlanjutan finansial.
"Yang terpenting adalah ini akan menghasilkan uang," kata Park.
>>> itel Zeno 100 Pro Resmi Meluncur di India, Lengkap dengan Powerbank 10.000mAh dan 20.000mAh
Chae menambahkan bahwa meskipun dana publik akan digunakan untuk mempromosikan pertunjukan dan menyelenggarakan berbagai acara sampingan, upaya dilakukan untuk memastikan proyek dapat menghasilkan keuntungan.

