unique visitors counter
⌂ Beranda Hiburan KARD Resmi Bubar Setelah 10 Tahun, Anggota Tegaskan Kisah Belum Berakhir

KARD Resmi Bubar Setelah 10 Tahun, Anggota Tegaskan Kisah Belum Berakhir

KARD Resmi Bubar Setelah 10 Tahun, Anggota Tegaskan Kisah Belum Berakhir
Ilustrasi: KARD Resmi Bubar Setelah 10 Tahun, Anggota Tegaskan Kisah Belum Berakhir
A A Ukuran Teks16px

Dibentuk oleh DSP Media, KARD memperkenalkan diri dengan singel pra-debut "Oh NaNa" pada Desember 2016. Mereka resmi debut pada Juli 2017 dengan "Hola Hola."

Sebagai grup campuran di industri yang didominasi grup sesama jenis, KARD menjadi anomali.

Hits bergenre tropical house seperti "Don't Recall" dan "Dumb Litty" lebih populer di luar negeri, terutama Amerika Latin.

Ketidakseimbangan antara popularitas di luar negeri dan pengakuan di dalam negeri menjadi ketegangan utama.

>>> Galaxy S27 Bakal Pakai Baterai Silicon-Carbon, Kapasitas Lebih Gede!

"Setiap pulang dari tur luar negeri, tidak ada jadwal yang menunggu di Korea," kenang J. Seph.

Jiwoo menyebut pengakuan domestik sebagai "tugas besar yang belum terselesaikan." Ia mengaku memiliki perasaan campur aduk saat melihat perhatian yang muncul setelah pengumuman bubar.

"Banyak orang yang memperhatikan sekarang. Saya berharap itu datang sedikit lebih awal.

Jujur, saya merasa sedikit kesal," katanya sambil tertawa. Ia berharap sorotan yang terlambat ini bisa mendongkrak lagu-lagu lama dan baru.

Menjadi grup campuran memiliki tantangan tersendiri. "Saat debut, orang melihat kami sebagai sekelompok pria dan wanita, bukan sebagai artis individu.

Sekarang persepsi sudah lebih terbuka," ujar Jiwoo.

Namun ada juga keuntungan.

"Kami bisa bernyanyi tentang cinta secara lebih langsung, memadukan warna vokal yang berbeda, dan melakukan koreografi berpasangan yang disukai penggemar," tambahnya.

J. Seph mengenang momen lucu saat acara bersama.

"Grup cewek dan cowok biasanya punya ruang tunggu terpisah, tapi kami harus menggunakan ruang tunggu grup cewek. Awalnya canggung, tapi lumayan enak juga."

Para anggota mengakui bahwa kendali kreatif yang mereka perjuangkan sejak awal menjadi kunci umur panjang grup.

"Setelah 'Bomb Bomb', kami mulai menyuarakan pendapat, menulis musik, dan membentuk konsep sendiri," kata Somin.

"Proses itu membuat kami dewasa. Saya pikir kami telah berjuang dengan indah," pungkasnya.

Meski masa depan belum pasti, para anggota menegaskan komitmen mereka satu sama lain tidak akan berakhir seiring kontrak.

>>> Ruben Onsu Balas Tudingan Kubu Sarwendah Soal Memojokkan

"Bagi kami, penggemar bukan sekadar sumber kekuatan. Merekalah yang membangun hidup kami," tutup Jiwoo.

D
Tim Redaksi
Penulis: Dwi Andini
📰 Update Terbaru
stikibot