Tiga puluh tahun lalu, lima siswa SMA tampil di TV nasional dan mengubah industri musik Korea selamanya.
Pada 7 September 1996, Moon Hee-jun, Jang Woo-hyuk, Tony An, Kangta, dan Lee Jae-won memperkenalkan diri sebagai H.O.
T. dengan lagu "Age of Violence".
Nama H.O. T.
adalah singkatan dari "High-five Of Teenagers". Mereka adalah artis pertama yang dibentuk dari nol oleh SM Entertainment, agensi yang kini menjadi raksasa K-Pop.
Kemunculan mereka tepat saat Seo Taiji and Boys pensiun. Remaja Korea dengan cepat mengisi kekosongan yang ditinggalkan trio legendaris itu.
Berbeda dengan Seo Taiji and Boys yang terbentuk secara independen, H.O. T.
adalah produk perencanaan matang. SM menetapkan konsep terlebih dahulu, lalu mencari anggota melalui audisi.
Formula yang Menjadi Standar
Kesuksesan H.O. T.
tidak hanya karena lagu debut mereka. Singel kedua, "Candy", berhasil menyatukan penggemar dengan melodi yang mudah diingat.
Gaya khas mereka, seperti sarung tangan dan topi rajutan, ikut membentuk identitas visual grup. Pola bergantian antara konsep gelap dan cerah masih dipakai grup K-Pop hingga kini.
Lagu-lagu berikutnya seperti "Full of Happiness" (1997) yang manis, dan "We Are the Future" serta "I Yah!" yang membawa kritik sosial, menunjukkan fleksibilitas mereka.
Kangta menulis "Hope" yang kemudian menjadi lagu standar SM. Empat album pertama H.O.
T. masing-masing terjual lebih dari satu juta kopi.
Pada 1999, H.O. T.
menjadi artis lokal pertama yang menggelar konser solo di Stadion Olimpiade Seoul. Prestasi ini belum pernah terjadi sebelumnya.
Fandom dan Warisan Abadi
Klub penggemar resmi H.O. T.
, Club H.O. T.
, memiliki sekitar 220.000 anggota berbayar. Jika termasuk penggemar non-resmi, jumlahnya mendekati 700.000.
Mereka mempopulerkan penggunaan balon putih sebagai warna resmi, yang kini menjadi cikal bakal lightstick. Balon-balon itu membuat lautan penonton terlihat seragam di layar TV.
Dampaknya terasa hingga ke sekolah-sekolah. Banyak siswi membolos saat konser H.O.
T. , sehingga Kementerian Pendidikan mengeluarkan larangan.
Saat H.O. T.
bersatu kembali di Stadion Olimpiade pada 2018, balon putih berubah menjadi lightstick putih yang bisa berubah warna. Namun, suasana tetap sama.
Di luar negeri, H.O. T.
tampil di Beijing Workers' Gymnasium pada Februari 2000 atas undangan Kementerian Kebudayaan China. Kangta menyebut momen itu sebagai titik asal gelombang Korea.
Grup ini bubar pada 2001 karena masalah kontrak dengan SM. Tony An, Jang, dan Lee meninggalkan agensi, sementara Moon dan Kangta bertahan.
Reuni penuh jarang terjadi: 2018, 2019, dan terakhir November 2024 di Hanteo Music Festival. Tahun ini, mereka tampil bersama dalam iklan, reuni pertama dalam 25 tahun.
Video iklan yang dirilis 1 Februari itu ditonton lebih dari 10 juta kali dalam sehari. Pengaruh H.O.
T. juga terlihat dari sutradara Netflix "KPop Demon Hunters" yang mengaku tumbuh besar dengan musik mereka.