unique visitors counter
⌂ Beranda News Kronologi Penumpang KRL Lompat ke Rel di Tanah Abang, Diduga Depresi
News

Kronologi Penumpang KRL Lompat ke Rel di Tanah Abang, Diduga Depresi

Suasana Stasiun Tanah Abang dengan KRL
A A Ukuran Teks16px

Seorang penumpang KRL di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, dilaporkan melompat ke jalur rel pada Senin, 7 September 2026 sore.

Beruntung, aksi tersebut berhasil digagalkan oleh petugas pengamanan stasiun dan masinis KAI Commuter.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 17.50 WIB, tepat sebelum Commuter Line relasi Manggarai memasuki peron 2.

Penumpang yang melompat ke rel tersebut dievakuasi dalam kondisi selamat tanpa mengganggu operasional perjalanan kereta.

Kronologi Kejadian

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengonfirmasi bahwa masinis langsung melakukan pengereman darurat begitu melihat penumpang melompat ke area rel.

"Masinis melakukan pengereman untuk menghindari benturan.

Setelah kereta berhenti, penumpang tersebut kembali naik ke peron dan langsung diamankan petugas," ujar Karina, Selasa, 8 September 2026.

Karina memastikan insiden ini tidak sampai melumpuhkan perjalanan Commuter Line. Layanan naik-turun penumpang di Stasiun Tanah Abang kembali berjalan normal setelah proses penanganan di lokasi selesai.

KAI Commuter juga kembali mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan berbahaya yang mengancam keselamatan pribadi maupun perjalanan umum.

Diduga Alami Gangguan Kesehatan Mental

Kapolsek Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo menjelaskan bahwa petugas Keamanan Dalam (PKD) bersama BKO Marinir langsung mengamankan serta menenangkan penumpang yang bersangkutan di Pos Keamanan stasiun.

Berdasarkan hasil interogasi awal, penumpang cenderung diam dan menunjukkan indikasi gangguan kesehatan mental.

Demi menjaga kestabilan psikologisnya, polisi dan pihak stasiun memutuskan tidak mencecar penumpang dengan pemeriksaan lebih mendalam.

"Saat dimintai keterangan, penumpang cenderung bungkam. Demi menjaga kondisi psikologisnya agar tidak semakin terganggu, proses interogasi tidak kita lanjutkan," terang Dhimas.

📰 Update Terbaru