unique visitors counter
⌂ Beranda News Sidang Racketeering Huawei di New York Dimulai dengan Seleksi Juri
News

Sidang Racketeering Huawei di New York Dimulai dengan Seleksi Juri

Sidang Racketeering Huawei di New York Dimulai dengan Seleksi Juri
Sidang Racketeering Huawei di New York Dimulai dengan Seleksi Juri
A A Ukuran Teks16px

Huawei Technologies, perusahaan teknologi terkemuka asal China, akan menghadapi persidangan pidana racketeering di New York. Perusahaan dituduh mencuri teknologi dan berkomplot untuk mencuri rahasia dagang Amerika Serikat.

Selain itu, Huawei juga didakwa melakukan penipuan kawat dan bank, serta kejahatan lainnya. Seleksi juri dijadwalkan dimulai pada Selasa.

Dakwaan menyebutkan bahwa Huawei dan beberapa anak perusahaannya melakukan bisnis di Korea Utara meskipun ada sanksi AS.

Mereka juga memasang peralatan pengawasan yang membantu Iran memata-matai pengunjuk rasa selama demonstrasi anti-pemerintah pada 2009.

Pengacara Huawei telah berupaya agar kasus pidana yang luas ini dibatalkan.

Mereka berargumen dalam dokumen pengadilan bahwa tuduhan AS terlalu samar dan beberapa di antaranya 'secara tidak sah bersifat ekstrateritorial'.

Huawei adalah pemasok peralatan terbesar di dunia untuk jaringan telekomunikasi nirkabel. Namun, perusahaan dilarang menjual peralatan ke operator AS karena dikhawatirkan menimbulkan risiko keamanan.

Perusahaan juga telah masuk daftar hitam oleh sekutu Barat lainnya seperti Kanada dan Inggris. Huawei memproduksi ponsel dan elektronik konsumen lainnya, tetapi terputus dari lini bisnis lain.

Belakangan ini, Huawei berekspansi ke pembuatan chip seiring dengan meningkatnya permintaan mikroprosesor akibat ledakan kecerdasan buatan.

Latar Belakang Tuduhan dan Respons China

Selama masa jabatan pertama Presiden Donald Trump, pemerintahannya mengangkat masalah keamanan nasional tentang Huawei.

Mereka mulai melobi sekutu Barat untuk tidak memasukkan produk Huawei dalam jaringan nirkabel berkecepatan tinggi generasi berikutnya.

AS mengumumkan tuntutan pidana pada awal 2019 dan sejak itu memperluas tuduhan.

📰 Update Terbaru