Harga emas dunia mengalami tekanan jual pada perdagangan Selasa (28/7/2026).
Di pasar spot, harga ditutup di US$ 4.024,8 per troy ons, turun 1,29% dan menjadi level terendah dalam sepekan terakhir.
Sebelum koreksi kemarin, emas sempat naik dua hari beruntun. Namun kenaikannya hanya 0,68%, tergolong tidak signifikan.
Faktor Penekan Harga Emas
Tekanan jual muncul karena investor bersikap wait and see.
Mereka menanti hasil rapat bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve, yang akan diumumkan pada Kamis (30/7/2026) dini hari WIB.
Berdasarkan CME FedWatch, Gubernur Kevin Warsh dan kolega diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan di 3,5-3,75%. Probabilitasnya mencapai 69,5%.
Keputusan suku bunga The Fed menjadi kunci pergerakan emas ke depan. Jika suku bunga tetap tinggi, emas cenderung tertekan karena investor beralih ke aset berbunga.
