Bursa Korea Selatan kembali mengalami guncangan hebat pada Rabu (29/7/2026). Indeks Kospi merosot hingga 13% di sesi perdagangan pagi, memicu circuit breaker untuk hari kedua berturut-turut.
Pemicu utama kejatuhan ini adalah laporan laba yang mengecewakan dari SK Hynix Inc. Sentimen negatif seputar pengembangan kecerdasan buatan (AI) semakin memperburuk kondisi pasar.
>>> Antisipasi Kemarau Ekstrem, Pemprov Banten Bakal Terapkan Status Siaga
Meskipun sempat memangkas penurunan, Kospi akhirnya ditutup melemah 6% pada hari itu. Secara akumulasi, indeks utama Korea Selatan telah turun 16% hanya dalam dua hari.
Penurunan ini memperpanjang tren negatif bulan Juli. Sepanjang bulan ini, Kospi telah anjlok 33%, mencetak rekor penurunan bulanan terburuk.
>>> GIIAS 2026: Mazda Luncurkan Tiga Mobil Baru Usai Resmikan Pabrik di Indonesia
Seorang anggota parlemen Korea Selatan menyatakan bahwa pihak berwenang akan mengadakan rapat darurat pada Rabu malam.
Rapat tersebut akan membahas situasi pasar setelah kejatuhan saham yang menghapus nilai portofolio investor hingga miliaran dolar AS.
>>> Ekonom: Pelemahan Rupiah Lebih Banyak Dipicu Faktor Domestik
Kondisi ini mencerminkan kepanikan yang meluas di kalangan investor ritel. Rasa putus asa dan frustrasi terlihat jelas saat harga saham terus terpuruk.
