PT Bumi Etam Chemical (BEC), anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI), berencana membangun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) mandiri.
PLTU tersebut akan mendukung proyek metanol dari batu bara (coal-to-methanol) di Kutai Timur, Kalimantan Timur.
>>> Korban Tewas Gempa Jepang Jadi 18 Orang, Tim Penyelamat Terus Cari Korban
Presiden Direktur BEC, Rio Supin, menegaskan bahwa penggunaan PLTU sendiri merupakan langkah paling rasional. Hal ini untuk menjaga efisiensi proses operasional pabrik.
"Iya, PLTU, karena basis utama kita kan hilirisasi batu bara. Jadi, kalau menggunakan energi non-batu bara, secara konsep dasar menjadi kurang masuk akal.
Selain itu, proses ini juga membutuhkan pasokan steam [uap] dalam jumlah yang sangat besar," ujar Rio Supin di Jakarta, Rabu (29/7/2026).
>>> Gempa 7,1 SR Guncang Kumamoto, Jepang: 13 Tewas dan Kerusakan Parah
Pernyataan itu disampaikan usai penandatanganan Kontrak Front-End Engineering Design (FEED) dan Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC) Framework Agreement.
Rio menambahkan, pemanfaatan uap secara langsung dari boiler jauh lebih efektif dibandingkan mengubah energi secara bertahap.
"Ibaratnya, kalau kita menggunakan tenaga surya, lalu listriknya dipakai untuk menyalakan kompor listrik lagi, padahal yang kita butuhkan adalah uap-nya secara langsung dari boiler.
>>> Iqbaal Ramadhan Tuai Pujian Usai Totalitas Perankan Ijal di Operasi Pesta Copet
Oleh karena itu, kami memang membangun PLTU sendiri," jelasnya.

