unique visitors counter
⌂ Beranda News Hilirisasi Batu Bara Jadi Metanol Diproyeksi Lebih Cuan dari DME
News

Hilirisasi Batu Bara Jadi Metanol Diproyeksi Lebih Cuan dari DME

alt mid
Tumpukan batu bara di dekat tangki metanol
Hilirisasi Batu Bara Jadi Metanol Diproyeksi Lebih Cuan dari DME
A A Ukuran Teks16px
alt top

Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) menilai bahwa hilirisasi batu bara menjadi metanol dan gas sintetis (syngas) memiliki nilai keekonomian serta fleksibilitas pasar yang lebih tinggi dibandingkan dimethyl ether (DME).

Ketua Umum Perhapi Sudirman Widhy mengatakan bahwa pengembangan gas sintesis dan metanol dari gasifikasi batu bara jauh lebih rasional daripada DME saat ini.

Alasannya, rantai pasok industri turunan dari metanol dan syngas sudah terbentuk, sehingga lebih mudah diserap pasar.

Keunggulan Metanol dan Syngas

Menurut Sudirman, produk metanol dan gas sintesis lebih unggul karena ekosistem industrinya yang sudah mapan dan kebutuhan pasar domestik yang sangat tinggi.

Efisiensi dan kepastian penyerapan offtaker menjadi kunci utama dalam menentukan keberhasilan proyek hilirisasi batu bara di Indonesia.

Dia menambahkan bahwa DME membutuhkan konversi infrastruktur penyaluran yang tidak murah.

Sebaliknya, metanol langsung terserap oleh pasar domestik, misalnya sebagai bahan baku industri petrokimia hingga pembuatan biodiesel.

📰 Update Terbaru