PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) angkat bicara mengenai kerja sama pengembangan produksi baterai kendaraan listrik (EV) bersama Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL).
Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto mengungkapkan hal tersebut di sela-sela Media Brief Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, Rabu (29/7/2026).
>>> 5 Action Cam 4K 60fps Paling Worth It 2026, Ideal untuk Vlog dan Petualangan Outdoor
Menurut Nandi, kerja sama dengan CATL menjadi langkah awal memperkuat rantai pasok kendaraan elektrifikasi di dalam negeri. Saat ini kolaborasi masih difokuskan untuk baterai kendaraan hybrid.
"Saat ini baterai itu adalah untuk hybrid. Karena volume, skala volume yang ekonomis itu masih di hybrid.
Maksudnya skala volume yang mencapai titik skala ekonomi untuk dilokalisasi itu hybrid," ungkap Nandi, dikutip Kamis (30/7/2026).
Meski demikian, Nandi menyebut kerja sama tersebut bisa dikembangkan untuk baterai BEV di masa depan.
>>> Penyederhanaan Syarat BSPS: Akses Rumah Layak Lebih Luas
"Kalau toh itu nanti one day [kerja sama] kita harus dikembangkan menjadi baterai BEV dan lain-lain. Itu paling nggak satu step lebih cepat lah.
Dibandingkan dari nol," katanya.
Ia mengungkapkan produksi ditargetkan mulai tahun ini.
>>> Progres Pipa Gas Dusem 2 Capai 32%, Target Rampung Akhir 2027
Lokalisasi komponen baterai tidak hanya berpotensi menekan biaya produksi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya hilirisasi industri otomotif nasional.
