unique visitors counter
⌂ Beranda News KM Virgo Transport 8 Terbalik, Kapal Bekas Jepang Baru Beroperasi 2026
News

KM Virgo Transport 8 Terbalik, Kapal Bekas Jepang Baru Beroperasi 2026

Ilustrasi kapal feri ro-ro yang berlayar di perairan Laut Jawa
Kapal Feri Virgo Transport 8 Terbalik di Laut Jawa, 6 Tewas dan 129 Hilang
A A Ukuran Teks16px
IN ARTICLE 1

Insiden KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa menyisakan duka sekaligus pertanyaan soal keselamatan pelayaran.

Kapal rute Surabaya-Banjarmasin itu mengalami kecelakaan pada Minggu, 13 September 2026, saat membawa 243 orang.

Laporan terbaru Basarnas yang dikutip Metro TV menyebutkan, hingga Senin, 14 September 2026 pukul 15.30 WITA, 109 orang berhasil diselamatkan dan enam orang meninggal dunia.

Sebanyak 128 orang lainnya masih dalam pencarian.

Operasi SAR terus dilakukan untuk menemukan korban yang belum diketahui keberadaannya. Di tengah proses pencarian, riwayat kapal ikut menjadi perhatian karena bukan kapal baru.

Riwayat Kapal Bekas Jepang

Berdasarkan data Marine Traffic yang dikutip dalam laporan awal, KM Virgo Transport 8 sebelumnya dikenal dengan nama Ferry Kurushima.

Kapal itu dibangun pada 1987 oleh Shin Kurushima Onishi Shipyard di Imabari, Jepang.

Dengan tahun pembuatan tersebut, usia kapal mencapai sekitar 39 tahun pada 2026. Kapal ini memiliki panjang 119 meter, lebar 23 meter, dan tonase kotor 4.277 ton.

Ferry Kurushima merupakan kapal jenis ro-ro atau roll-on/roll-off.

Jenis kapal ini dirancang agar kendaraan dapat masuk dan keluar melalui ramp menggunakan rodanya sendiri, bukan diangkat dengan crane seperti kapal kargo konvensional.

Sebelum berpindah ke Indonesia, Ferry Kurushima diketahui pernah melayani rute Pelabuhan Kokura menuju Pelabuhan Matsuyama di Jepang. Riwayat operasionalnya tercatat masih berlangsung hingga 30 Juni 2025.

Setelah itu, kapal berpindah dan mulai digunakan untuk pelayaran di Indonesia pada 2026. KMP Virgo Transport 8 kemudian melayani rute Surabaya-Banjarmasin pulang-pergi.

Artinya, ketika kecelakaan terjadi pada September 2026, kapal baru sekitar dua bulan menjalankan layanan di Indonesia. Meski demikian, kapal telah berusia hampir empat dekade.

Kapal bertolak dari Surabaya pada Sabtu, 12 September 2026, menuju Banjarmasin. Dalam perjalanan, kapal mengalami kondisi darurat di sekitar perairan Masalembo, Laut Jawa.

📰 Update Terbaru