BANJARMASIN — Tim penyelamat Indonesia tengah mencari sekitar 130 penumpang dan kru yang hilang setelah sebuah kapal feri terbalik dan tenggelam di Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026).
Kapal feri Virgo Transport 8 membawa lebih dari 240 orang saat insiden terjadi di tengah cuaca buruk.
Sedikitnya 107 orang berhasil diselamatkan dan enam jenazah penumpang telah ditemukan saat operasi pencarian diperluas di sekitar posisi terakhir kapal.
Kapal tersebut berlayar dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Kapten kapal sebelumnya melaporkan kondisi laut yang ganas dengan gelombang mencapai 3 meter sebelum mengirim pesan darurat.
Laporan itu menyebut kapal dalam kondisi miring, kata I Putu Sudayana, yang mengepalai Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin.
Otoritas kemudian menerima informasi yang mengindikasikan kapal telah terbalik lalu tenggelam.
Badan SAR Banjarmasin menerima laporan dua jam setelah kontak dengan Virgo Transport 8 hilang sekitar pukul 02.00 dini hari Minggu.
Kapal itu berangkat dari Surabaya, kota terbesar kedua di Indonesia, menuju Banjarmasin, kota di Pulau Borneo.
"Operator kapal melaporkan insiden tersebut kepada otoritas setelah menerima informasi bahwa kapal mengalami cuaca buruk," kata Sudayana dalam pengarahan video.
Sebagai respons, sebuah kapal penyelamat dikerahkan menuju perkiraan posisi terakhir Virgo Transport 8.
Otoritas mengerahkan tim penyelamat yang didukung empat kapal, termasuk kapal angkatan laut, dan sebuah helikopter karena feri membawa banyak penumpang dan kru.
Posisi Terakhir dan Jumlah Korban
Informasi awal mengindikasikan posisi terakhir kapal berada di Laut Jawa, sekitar 148 kilometer dari dermaga di Banjarmasin.
Manifes kapal menyebutkan kapal membawa 243 orang, terdiri dari 213 penumpang dan 30 kru.
Namun, jumlah penumpang di Indonesia kerap berbeda dari manifes.
Sudayana, yang mengoordinasikan pencarian, mengatakan badan SAR bekerja sama dengan otoritas maritim dan instansi terkait sambil memantau ketat kondisi cuaca di area tersebut.
Tim pencari, dibantu kapal tunda dan kapal lain yang melintas, telah menyelamatkan 107 orang dan menemukan enam jenazah hingga Minggu sore.
Virgo Transport 8 buatan Jepang dirancang untuk mengangkut penumpang sekaligus kendaraan.
Ratusan kerabat berkumpul di pusat komando di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, pada Minggu, menunggu kabar tentang anggota keluarga yang diduga berada di kapal.
Banyak dari mereka dengan cemas memeriksa manifes penumpang dan daftar penyelamatan saat otoritas terus mencari korban selamat.
"Saya kaget saat melihat nama paman saya di daftar penumpang," kata seorang perempuan yang hanya disebut dengan nama Bunga.
"Tapi saya merasa lega setelah petugas memberi tahu saya bahwa dia telah diselamatkan."
Indonesia adalah negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau, tempat feri menjadi moda transportasi umum.
Bencana kerap terjadi, dengan lemahnya penegakan keselamatan sering disalahkan.
Bulan lalu, sedikitnya 211 orang diselamatkan dari feri Indonesia yang terbakar di laut ganas dekat pulau wisata Bali, sementara satu orang ditemukan tewas dan empat lainnya masih hilang.
Insiden itu terjadi kurang dari dua minggu setelah feri Indonesia lainnya, Mutiara Sentosa 2, terbakar di perairan lepas pulau utama Jawa, menewaskan sedikitnya lima orang.
Kecelakaan Minggu ini terjadi hanya empat hari setelah kebakaran yang menghanguskan feri penumpang di Filipina menewaskan sedikitnya 76 orang, dengan sedikitnya 10 orang lainnya masih hilang.