unique visitors counter
⌂ Beranda News Survei Bloomberg: Neraca Dagang RI Diprediksi Defisit Lagi pada Juni

Survei Bloomberg: Neraca Dagang RI Diprediksi Defisit Lagi pada Juni

Survei Bloomberg: Neraca Dagang RI Diprediksi Defisit Lagi pada Juni
Ilustrasi: Survei Bloomberg: Neraca Dagang RI Diprediksi Defisit Lagi pada Juni
A A Ukuran Teks16px
alt mid

Badan Pusat Statistik (BPS) dijadwalkan merilis data perdagangan pada Senin (3/8/2026).

Konsensus yang dihimpun Bloomberg hingga Jumat (31/7/2026) memperkirakan impor Indonesia pada Juni 2026 tumbuh 22,3% secara tahunan (year-on-year/yoy), nyaris tidak berubah dari realisasi Mei sebesar 22,16%.

>>> Pramono Siapkan OMC saat Kemarau, Besaran Anggaran Masih Tanda Tanya

alt mid

Sementara itu, ekspor diperkirakan masih terkontraksi 0,4%, meskipun membaik dibanding kontraksi Mei sebesar 5,73%.

Jika terealisasi, perbaikan impor bisa menjadi tanda bahwa aktivitas ekonomi domestik tetap bergairah.

>>> bank bjb Perluas Kolaborasi dengan Dunia Pendidikan Lewat Program Dana Pensiun Berkelanjutan

alt mid

Namun, ekspor yang masih terkontraksi menggambarkan bahwa mesin penghasil devisa belum mampu mengimbangi laju pertumbuhan domestik.

Kombinasi ini dapat menciptakan tantangan, khususnya bagi stabilitas rupiah.

>>> Trump Perintahkan Serangan Baru ke Iran Akhir Pekan Ini

Selain impor barang modal, mesin, dan bahan baku yang mencerminkan peningkatan kapasitas produksi, Indonesia juga masih memiliki ketergantungan tinggi terhadap komponen elektronik, hingga energi seperti minyak mentah dan LPG.

alt under
R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
alt mid
📰 Update Terbaru
stikibot