Eropa kembali dihadapkan pada ancaman ketahanan energi akibat gelombang panas yang tak kunjung reda.
Cuaca ekstrem ini melemahkan sejumlah pembangkit listrik yang selama ini diandalkan, memaksa benua tersebut meningkatkan impor bahan bakar fosil.
>>> Tanker LNG Qatar Kena Serang Lagi di Selat Hormuz
Pembangkit listrik tenaga nuklir di Prancis yang menggunakan air sungai untuk pendinginan mengalami pemadaman bersejarah pada musim panas ini.
Sementara itu, satu-satunya PLTN di Hungaria terancam ditutup karena permukaan sungai menurun drastis.
>>> Pakar Usul Pungutan Impor Bensin dan Gula untuk Biayai Bioetanol
Dampak pada Pembangkit Listrik Tenaga Air
Pembangkit listrik tenaga air di Pegunungan Alpen dan wilayah Nordik juga terganggu. Padahal, sumber energi ini merupakan pemasok listrik rendah karbon yang dapat diandalkan sesuai permintaan.
>>> Danantara Buka Suara soal Beban Konsorsium KAI-WIKA di Proyek Whoosh
Cuaca panas dan kering mengurangi debit air, sehingga kapasitas pembangkit menurun. Akibatnya, Eropa harus lebih bergantung pada energi terbarukan yang variabel dan bahan bakar fosil impor.

