Ponsel pintar telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern. Namun, dunia teknologi terus bergerak, dan kacamata pintar kini disebut-sebut sebagai 'batas berikutnya'.
Berbagai perusahaan teknologi besar mencoba menciptakan ruang mereka sendiri dengan pendekatan yang berbeda. Kami ingin bertanya: apakah Anda sudah menggunakan kacamata pintar dalam aktivitas sehari-hari?
>>> Honor Play 11 Pro Resmi Meluncur: Layar OLED 1.5K, Baterai 7.000mAh, dan Bodinya Tipis
Kacamata AI: Pilihan Paling Populer
Jenis yang paling tidak mengganggu dan paling populer adalah kacamata AI. Contoh terbaiknya adalah lini Ray-Ban Meta.
Kacamata ini mengandalkan komputasi ambient dan tidak memiliki layar internal. Tampilannya seperti kacamata biasa, namun dilengkapi AI hands-free, speaker, dan kamera.
Pengguna dapat merekam video, menerima panggilan, mendapatkan petunjuk arah, dan mengobrol dengan asisten AI tanpa menyentuh ponsel.
Samsung baru saja mengumumkan kacamata AI-nya, yang juga sempat dilihat langsung setelah acara Galaxy Unpacked.
Apple juga dikabarkan akan meluncurkan kacamata AI pada WWDC tahun depan. Kehadiran Apple biasanya menarik banyak pengguna baru.
>>> Dua Model Oppo Find X10 Series Dapat Persetujuan Akses Jaringan di China
Layar dan AR: Tingkat Lanjut
Ada juga opsi lebih canggih seperti Ray-Ban Display dari Meta. Kacamata ini memiliki layar heads-up berwarna di lensa kanan.
Fitur ini membuka berbagai kemungkinan, mulai dari navigasi, panggilan video, hingga terjemahan real-time tanpa menyentuh layar.
Untuk kemampuan lebih, ada kacamata AR seperti Xreal Aura yang dapat memproyeksikan tampilan Optical See-Through (OST). Pengguna bisa menjalankan aplikasi atau menonton film.
Kacamata ini menjalankan Android XR, sehingga aplikasi favorit tersedia.
>>> Hasil Polling: Galaxy Z Fold8 Menarik, tapi Harganya Jadi Penghalang
Namun, perangkat ini memerlukan koneksi ke compute puck yang juga berisi baterai, membuatnya lebih besar dibanding kacamata AI tanpa layar.
