Kedatangan tanpa izin pada Kamis dan Jumat sebanyak 50.000 hingga 60.000 orang, kebanyakan pria muda, meningkatkan populasi Ceuta lebih dari setengahnya.
Abdelkader menyesalkan apa yang terjadi, tetapi mengatakan bahwa mereka yang menerobos perbatasan berperilaku relatif baik. “Bisa jauh lebih buruk,” katanya.
>>> Bantuan Pangan Beras Tahap Dua Disalurkan Mulai 17 Agustus 2026
Politisi Sayap Kanan Menuntut Pengusiran
Krisis kemanusiaan akibat lonjakan orang secara tiba-tiba ini telah memicu kembali perdebatan tentang imigrasi di Eropa dan sekitarnya.
Akhir pekan ini, politisi Spanyol yang anti-imigran dan tokoh sayap kanan terkenal datang ke kota itu, memicu protes balasan yang melibatkan anggota populasi Muslim besar kota itu, banyak di antaranya keturunan Maroko.
Alvise Pérez, politisi sayap kanan Spanyol dan anggota Parlemen Eropa, pada Sabtu malam menyerukan agar migran diusir saat menghadapi kerumunan pengunjuk rasa lawan yang marah.
Pérez akhirnya harus berlindung di sebuah bar saat warga membenturkan jendela, sampai polisi mengawalnya pergi.
Di antara pengunjuk rasa balasan pada Sabtu adalah Noor Ahmed, warga Ceuta berusia 20 tahun dan seorang mahasiswa.
Dia mengecam protes dan kehadiran tokoh seperti Pérez di kotanya sebagai tindakan oportunistik.
“Mereka hanya ingin memanfaatkan krisis kemanusiaan yang sedang dialami Ceuta,” kata Ahmed.
Santiago Abascal, pemimpin partai sayap kanan Vox, mengunjungi Ceuta pada Minggu dan mengecam pemerintah Spanyol atas lonjakan kedatangan migran, yang disebutnya sebagai “invasi.”
“Perbatasan Ceuta dan Melilla adalah dinding rumah dan tanah air kami, dan mereka tidak dilindungi oleh pemerintah yang korup dan pengkhianat,” katanya.
Paus Menyatakan Keprihatinan
Paus Leo XIV pada Minggu mengatakan dia “mengikuti dengan prihatin situasi yang mengkhawatirkan di Ceuta, memohon kepada Tuhan … agar solusi damai, stabil, dan adil dapat ditemukan.”
>>> Penerima BPJS Ketenagakerjaan Tetap Berhak Mendapat Bansos Pemerintah
Migrasi telah menjadi salah satu prioritas Paus Leo, yang dia tekankan selama kunjungan baru-baru ini ke Kepulauan Canary Spanyol, salah satu pintu masuk migran utama Eropa.
