Freeport-McMoRan Inc. (FCX) melaporkan investasi sebesar US$1,4 miliar atau sekitar Rp25,18 triliun untuk pengembangan tambang bawah tanah Kucing Liar yang digarap PT Freeport Indonesia (PTFI).
Dana tersebut telah dikeluarkan hingga 30 Juni 2026, sebagaimana diungkapkan dalam laporan keuangan terbaru perusahaan.
Manajemen FCX menyatakan pengembangan tambang bawah tanah tersebut telah berjalan sejak 2022.
Selain itu, perusahaan memperkirakan investasi modal tambahan mencapai US$4 miliar hingga 2033, atau rata-rata sekitar US$500 juta per tahun.
FCX menargetkan peningkatan produksi atau ramp up tambang Kucing Liar dimulai sekitar 2030.
Tambang tersebut diharapkan mencapai kapasitas produksi penuh sekitar 130.000 metrik ton bijih per hari.
Ketika beroperasi dengan kapasitas penuh, tambang Kucing Liar diperkirakan mampu memproduksi rata-rata sekitar 750 juta pon tembaga dan 735.000 ons emas per tahun.