Saudi Aramco sedang mengkaji sejumlah opsi untuk meningkatkan kapasitas ekspor minyaknya.
Langkah ini diambil di tengah gangguan aliran pasokan melalui Selat Hormuz akibat perang Iran dan ancaman Houthi terhadap ekspor minyak di Laut Merah.
>>> Biofuel Pacu Pertumbuhan, ADM Kerek Prospek Laba 2026
Sejak konflik di Iran dimulai, gangguan di Selat Hormuz telah memaksa Aramco mengalihkan sebagian besar volume ekspornya ke pelabuhan Yanbu di barat Arab Saudi.
CEO Amin Nasser mengungkapkan bahwa perusahaan sedang mencari cara untuk memperluas kapasitasnya.
>>> OJK: Transaksi Kripto Tembus Rp28,58 Triliun pada Juni 2026
Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah memperbesar ukuran pipa minyak timur-barat, yang telah menjadi jalur vital bagi kerajaan dan pasar minyak selama perang.
"Dalam hal mengekspor minyak mentah kami, saat ini kami sedang mempertimbangkan untuk secara aktif mencari opsi-opsi tambahan," kata Nasser dalam panggilan telepon pada Selasa.
>>> Viral Pengunjung GTC Cirebon Alami Body Shaming Usai Tolak Beri Uang Pengamen
"Hal ini sedang dalam tahap pelaksanaan."
