Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menilai evaluasi keselamatan transportasi laut tidak boleh hanya berfokus pada operator kapal.
Hal ini menyusul insiden kebakaran KM Mutiara Sentosa II di perairan utara Sumenep, Jawa Timur, Minggu (2/8/2026).
>>> Saudi Aramco Kaji Opsi Kerek Kapasitas Ekspor Minyaknya
Ketua Dewan Pembina MTI Bambang Haryo Soekartono mengatakan selama ini setiap kali terjadi kecelakaan transportasi, operator kerap menjadi pihak yang paling disorot.
Padahal, keselamatan transportasi merupakan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan.
"Contoh yang baru terjadi beberapa hari yaitu kecelakaan kapal laut, ini yang paling dipersalahkan adalah biasanya dari sisi operator.
>>> Utang Pinjol Tembus Rp105,14 Triliun pada Juni, Tumbuh 25,88%
Padahal stakeholder keselamatan itu ada government atau regulator, ada operator, ada fasilitator.
Fasilitator ini kepelabuhanan itu yang juga memegang peran cukup penting dalam keselamatan ini," kata Bambang dalam acara Seminar Nasional MTI di Jakarta, Selasa (4/8/2026).
>>> Warga Depok Temukan Jasad Pria Diduga Korban Mutilasi, Sempat Dikira Sampah
Dia menerangkan peran fasilitator khususnya di pelabuhan dapat diperkuat, misalnya melalui pemeriksaan keamanan penumpang maupun barang yang akan masuk ke kapal.
