unique visitors counter
⌂ Beranda News Trump Sebut Kesepakatan Buka Selat Hormuz Bisa Terjadi Rabu atau Kamis

Trump Sebut Kesepakatan Buka Selat Hormuz Bisa Terjadi Rabu atau Kamis

Trump Sebut Kesepakatan Buka Selat Hormuz Bisa Terjadi Rabu atau Kamis
Ilustrasi: Trump Sebut Kesepakatan Buka Selat Hormuz Bisa Terjadi Rabu atau Kamis
A A Ukuran Teks16px

Dalam pertukaran dengan wartawan pada Senin, presiden AS kembali menegaskan penolakannya terhadap pungutan di selat tersebut.

"Saya tidak akan membiarkan mereka memungut biaya," kata Trump. "Siapa pun yang akan memungut biaya, kami akan memungut."

Para pejabat regional mengatakan negosiasi masih berlangsung dan kesepakatan akhir bisa mengambil bentuk berbeda, dengan kesepakatan apa pun terkait dengan pencabutan blokade AS pada pelabuhan Iran.

Kemajuan dari Sisi Iran dan AS

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan pada Selasa bahwa pembicaraan Teheran dengan Oman difokuskan pada "pembentukan jalur pelayaran masuk dan keluar yang aman," rute yang "menjunjung hak kedaulatan sambil juga mengatasi pertimbangan keamanan nasional Iran dan Oman."

"Hasil akhir dari negosiasi ini akan diumumkan setelah selesai," tambahnya, menurut kantor berita IRNA yang dikelola negara.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengonfirmasi bahwa kemajuan telah dicapai dalam pembicaraan tersebut, "tetapi belum final."

>>> Mendikdasmen Ungkap 3 Penyebab Sekolah Negeri Kekurangan Murid

Rubio sebelumnya menolak kesepakatan yang akan memberi Iran kendali atas selat tersebut, dengan mengatakan bulan lalu bahwa hal itu akan menciptakan "preseden yang sangat berbahaya" bagi bagian lain dunia.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengatakan kepada CNBC bahwa "ada kemungkinan kita dapat mencapai kesepakatan hari ini atau besok untuk membuka selat dan bergerak menuju posisi yang lebih normal dalam konflik ini."

Upaya Negara Arab dan Tekanan pada Trump

Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, mengatakan dia juga berbicara dengan Trump melalui telepon pada Selasa ketika negara Arab itu mencoba menengahi resolusi perang.

Kantor Al Thani mengatakan keduanya membahas cara-cara untuk menjembatani perbedaan "dengan cara yang meningkatkan prospek mencapai penyelesaian diplomatik yang berkelanjutan untuk krisis ini."

M
Tim Redaksi
Penulis: Maria Renata
📰 Update Terbaru
stikibot