unique visitors counter
⌂ Beranda News Trump Sebut Kesepakatan Buka Selat Hormuz Bisa Terjadi Rabu atau Kamis

Trump Sebut Kesepakatan Buka Selat Hormuz Bisa Terjadi Rabu atau Kamis

Trump Sebut Kesepakatan Buka Selat Hormuz Bisa Terjadi Rabu atau Kamis
Ilustrasi: Trump Sebut Kesepakatan Buka Selat Hormuz Bisa Terjadi Rabu atau Kamis
A A Ukuran Teks16px

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa kesepakatan mengenai Selat Hormuz dapat tercapai pada Rabu atau Kamis.

Pernyataan ini muncul saat Iran dan Oman semakin dekat pada kesepakatan untuk membuka kembali jalur air kritis tersebut.

>>> Nadiem Minta Jampidsus Baru Evaluasi Kasus Chromebook

Trump ditanya oleh wartawan yang melakukan perjalanan bersamanya di California mengenai laporan dari situs Axios yang menyebut pengumuman tentang Selat Hormuz bisa dilakukan pada Rabu.

"Itu bisa terjadi. Besok atau lusa," ujarnya, Selasa malam waktu California, yang sudah Rabu pagi di Timur Tengah.

"Banyak kemajuan telah dicapai," tambah Trump.

Harga minyak pun turun seiring harapan akan tercapainya kesepakatan yang memungkinkan kapal tanker minyak kembali bebas keluar dari Teluk Persia dan mengirim minyak mentah ke seluruh dunia.

Brent crude, standar internasional, turun 1,2 persen menjadi $78,43 per barel pada Rabu pagi.

Kesepakatan itu akan melihat rute yang dikendalikan oleh Iran dan Oman, menurut pejabat regional kepada AP.

Rincian Kesepakatan yang Sedang Dirundingkan

Kesepakatan yang muncul dari pembicaraan antara Iran dan Oman menyerukan kapal untuk masuk ke Teluk Persia melalui rute yang dikendalikan Iran dan keluar melalui rute yang dikendalikan Oman, kata dua pejabat regional kepada The Associated Press.

Biaya layanan akan dikenakan untuk keamanan dan pelestarian lingkungan maritim, kata para pejabat tersebut.

Para pejabat berbicara dengan syarat anonim untuk membahas negosiasi yang sensitif.

Pemerintahan Trump sebelumnya menolak kesepakatan yang akan memberi Iran kendali atas selat tersebut, yang merupakan jalur air internasional terbuka sebelum AS dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari.

Sekitar seperlima minyak dan gas alam dunia melewati selat tersebut, tetapi pengiriman melalui jalur air itu telah berkurang drastis akibat serangan Iran sejak awal perang.

M
Tim Redaksi
Penulis: Maria Renata
📰 Update Terbaru
stikibot