Laju pesat indeks saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, sempat tertahan sejenak. Para pelaku pasar tengah mencerna kenaikan harga saham baru-baru ini.
Mereka juga memantau tanda-tanda kemajuan menuju kesepakatan untuk memulihkan aktivitas di Selat Hormuz.
>>> RI Siapkan Kontrak Jangka Panjang Minyak Rusia, Impor Tahap II Berjalan
Tanda-tanda kelelahan pasar muncul setelah reli S&P 500 yang menambah nilai pasar sebesar US$3,7 triliun hanya dalam empat hari.
Indeks utama produsen cip turun 1,4%, meskipun saham Nvidia Corp. justru naik.
>>> IHSG Ditutup Menguat 0,5% ke 6.351, Didorong Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II
Meski mencatatkan kinerja kuat, saham SpaceX anjlok 14% seiring dengan tersedianya saham senilai US$101 miliar untuk diperdagangkan pada hari Kamis.
Antusiasme pasar saham di pagi hari diikuti oleh koreksi, karena investor menantikan perkembangan lebih lanjut terkait situasi di Timur Tengah.
>>> Siapa Ebem Martono? Profil Kreator Konten yang Viral Usai Polemik GIIAS 2026
Menurut Jose Torres dari Interactive Brokers, wajar jika Wall Street mengambil jeda sejenak.

