unique visitors counter
⌂ Beranda Hiburan Alasan Industri K-Drama Kini Banyak Mengadaptasi Film Klasik Menjadi Serial

Alasan Industri K-Drama Kini Banyak Mengadaptasi Film Klasik Menjadi Serial

Alasan Industri K-Drama Kini Banyak Mengadaptasi Film Klasik Menjadi Serial
Ilustrasi: Alasan Industri K-Drama Kini Banyak Mengadaptasi Film Klasik Menjadi Serial
A A Ukuran Teks16px

Netflix juga sukses dengan serial Jepang "Human Vapor" yang disutradarai Yeon Sang-ho, menginterpretasi ulang film klasik tahun 1960 "The Human Vapor" karya Ishiro Honda.

Alasan di Balik Tren Remake

Studio yang enggan mengambil risiko melihat adaptasi film sebagai strategi yang lebih aman dan efisien. Judul asli sudah memiliki penggemar, sehingga menurunkan risiko komersial dan memudahkan promosi.

Bagi konglomerat konten seperti CJ ENM, mengadaptasi properti yang sudah ada memperkuat nilai perpustakaan mereka tanpa biaya tambahan untuk memperoleh sumber baru.

Yoon Seok-jin, profesor sastra Korea di Universitas Chungnam, menyebut pergeseran industri sebagai pemicu lain.

"Kontraksi investasi film dan pengaruh platform streaming global mendorong banyak profesional film beralih ke produksi serial," jelasnya.

Format yang lebih panjang memberi ruang bagi penonton untuk mengeksplorasi karakter dan alur cerita yang sebelumnya dibatasi durasi dua jam.

Kritikus memperingatkan bahwa ketergantungan berlebihan pada film lama dapat mengancam industri. Mereka khawatir talenta kreatif hanya fokus pada remake, sehingga melemahkan produksi cerita orisinal.

Jung Duk-hyun, kritikus budaya pop, menyoroti dampaknya pada penulis baru.

"Semakin banyak penulis drama pemula bekerja sebagai adaptor untuk proyek dengan materi yang sudah ada, bukan menyajikan naskah orisinal," katanya.

>>> Ayaneo Konkr Pocket Advance Resmi Meluncur, Konsol Genggam Retro yang Bisa Emulasi PS2

"Kerugian terbesar adalah mereka punya lebih sedikit kesempatan untuk menunjukkan karya orisinal, kehilangan kepercayaan diri, dan kehilangan energi kreatif segar yang hanya bisa muncul di awal karier," tambahnya.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru
stikibot