unique visitors counter
⌂ Beranda Hiburan Alasan Industri K-Drama Kini Banyak Mengadaptasi Film Klasik Menjadi Serial

Alasan Industri K-Drama Kini Banyak Mengadaptasi Film Klasik Menjadi Serial

Alasan Industri K-Drama Kini Banyak Mengadaptasi Film Klasik Menjadi Serial
Ilustrasi: Alasan Industri K-Drama Kini Banyak Mengadaptasi Film Klasik Menjadi Serial
A A Ukuran Teks16px

Platform televisi dan streaming di Korea semakin sering menghadirkan kembali premis film klasik dalam format serial.

Tren ini didorong oleh menjamurnya layanan streaming dan keinginan untuk memanfaatkan basis penggemar yang sudah ada.

>>> IU Picu Perbincangan Usai Pakai Lagu Mantan Kekasih Jang Ki-ha di Media Sosial

Salah satu contoh terbaru adalah drama tvN "Spooky in Love" yang tayang perdana pada 18 Juli.

Drama ini merupakan remake dari film tahun 2011 berjudul "Spellbound" yang dibintangi Son Ye-jin dan Lee Min-ki.

Serial tersebut mempertahankan premis utama tentang perempuan yang bisa melihat hantu, tetapi mengubah latar dan profesi karakter.

Park Eun-bin berperan sebagai pewaris konglomerat, sementara Yang Se-jong menjadi jaksa yang takut pada hantu.

Park Eun-bin mengungkapkan bahwa format serial memungkinkan pengembangan cerita yang lebih luas.

"Film berdurasi dua jam, tetapi drama memiliki 12 episode, jadi kami memasukkan materi baru setidaknya enam kali lebih banyak," ujarnya.

Adaptasi Film Klasik Lainnya

Netflix juga berencana merilis "The Scandal" pada kuartal ketiga tahun ini. Serial ini merupakan perluasan dari film tahun 2003 "Untold Scandal" arahan E J-yong.

Son Ye-jin akan memerankan Lady Cho, karakter yang sebelumnya dimainkan Lee Mi-sook.

Ji Chang-wook menggantikan Bae Yong-joon sebagai playboy Cho Won, dan Nana berperan sebagai Hui-yeon yang sebelumnya diperankan Jeon Do-yeon.

Upaya mengadaptasi film menjadi serial sebenarnya bukan hal baru.

Sebelumnya ada "Friend, Our Legend" (2009), "7th Grade Civil Servant" (2013), "The Beauty Inside" (2018), dan "The Crowned Clown" (2019).

>>> Cinta Berbatas Waktu dan Hati Digital: Ledakan Acara Kencan Realitas Korea Menguji Etika TV Romantis

Namun, sejak 2020-an, adaptasi webtoon dan web novel mendominasi pasar, membuat remake film jarang terjadi. Tren ini kembali menguat setelah Disney+ merilis "The Manipulated" pada akhir tahun lalu.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru
stikibot