Kedua model diperkirakan mendukung pengisian kabel 100W, pengisian nirkabel 50W, pengisian balik kabel, dan pengisian balik nirkabel.
Alih-alih membuat pengisian lebih cepat, Xiaomi tampaknya memprioritaskan daya tahan yang lebih lama.
Jika angka-angka ini akurat, Pro Max bisa lebih lama jauh dari charger sambil mempertahankan pengalaman pengisian yang sama dengan model standar.
Perbedaan Layar Terlihat Inkremental
Layar juga menunjukkan cerita yang serupa.
Bocoran saat ini menyebut kedua smartphone akan menggunakan panel AMOLED 6,9 inci yang sama dengan Dolby Vision, HDR10+, HDR Vivid, peredupan PWM 2560Hz, dan refresh rate 185Hz.
Resolusi juga tetap sama. Satu-satunya perbedaan yang dilaporkan adalah kecerahan puncak.
>>> Vivo X300 E vs Samsung Galaxy S26: Mana Flagship yang Lebih Worth It?
Redmi K100 Pro Max disebut bisa mencapai 4.500 nits, sementara tidak ada angka sebanding untuk Pro standar.
Meskipun kecerahan puncak yang lebih tinggi dapat meningkatkan pemutaran HDR dan visibilitas luar ruangan, hal itu tidak mengubah layar secara fundamental.
Kecuali Xiaomi mengumumkan teknologi layar tambahan saat peluncuran, ini terlihat seperti penyempurnaan, bukan upgrade besar.
Kamera Tidak Membedakan Kedua Model
Hardware kamera biasanya menjadi salah satu perbedaan terbesar antara varian flagship, tetapi tidak demikian menurut bocoran saat ini.
Kedua smartphone diperkirakan memiliki sensor utama 200MP, kamera periskop telefoto 50MP dengan zoom 5x, kamera ultrawide 50MP, dan kamera selfie 32MP.
Kemampuan video juga diperkirakan tetap identik, termasuk dukungan perekaman 8K.
Ini penting karena banyak produsen menyimpan kamera zoom yang lebih baik atau sensor gambar yang lebih besar untuk model premium mereka.
Xiaomi tampaknya tidak mengambil jalur itu kali ini.
Tentu saja, lembar spesifikasi tidak selalu menceritakan keseluruhan cerita.
