Abu Dhabi National Oil Co (Adnoc) mengonfirmasi tiga kapal miliknya diserang rudal dan pesawat nirawak (drone) saat melintasi Selat Hormuz pekan ini.
Dengan insiden terbaru ini, total serangan yang dialami perusahaan sejak perang Iran dimulai mencapai 15 kasus.
Dampak Serangan
Produsen minyak terbesar di Uni Emirat Arab (UEA) itu menyatakan telah mengambil semua langkah yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan serta melindungi staf dan asetnya.
Serangan-serangan tersebut sejauh ini menyebabkan satu orang tewas dan 20 orang lainnya terluka.
"Adnoc tetap fokus sepenuhnya pada pemenuhan kebutuhan pelanggan meski menghadapi situasi yang sangat menantang," kata perusahaan dalam pernyataan tertulis.
"Kami terus mengalami dampak signifikan akibat serangan-serangan yang tidak beralasan terhadap personel dan aset kami," tambahnya.