Ia juga menyebut luka tembak yang ditemukan pada pelaku sesuai dengan senjata yang digunakannya.
Hasil pemeriksaan forensik lebih rinci, termasuk tes toksikologi, diharapkan keluar kemudian. Senjata yang digunakan digambarkan kecil dan ringkas, serta terdaftar secara resmi atas nama kakek pelaku.
Latar Belakang dan Duka
Ada laporan bahwa pelaku yang tinggal bersama kakek-neneknya menunjukkan tanda-tanda stres terkait sekolah. Namun, sebagian kerabatnya mengaku tidak mengetahui masalah yang mungkin dihadapinya.
>>> Harga Emas Antam Hari Ini 9 Agustus 2026 Tetap Rp2.690.000 per Gram, Buyback Bertahan di Rp2.511.000
Sekolah negeri campuran yang memiliki sekitar 3.000 siswa berusia 12-18 tahun ini mengumumkan akan menangguhkan semua kelas pada 10-14 Agustus.
Para staf juga diinstruksikan untuk bekerja dari rumah selama periode tersebut.
Sejumlah warga terlihat meletakkan bunga di gerbang sekolah pada Sabtu pagi. Beberapa polisi juga terlihat berjaga di lokasi.
Charin Siriananchai membawa kedua putranya yang berusia 9 dan 6 tahun untuk memberi penghormatan.
Ia mengatakan anak-anaknya tidak bersekolah di sana, tetapi ia tinggal di lingkungan sekitar dan sering melewati sekolah tersebut hampir setiap hari.
"Semua orang sedih dan terkejut, karena tidak menyangka ini akan terjadi di Thailand, dan ini juga merupakan kehilangan yang besar," ujarnya.
Beberapa orang tua juga datang membawa anak-anak mereka untuk mengambil barang-barang yang tertinggal setelah penembakan.
Seorang ayah yang enggan disebutkan namanya mengatakan putranya yang berada di sekolah saat kejadian masih dalam keadaan syok dan tidak bisa tidur sendirian.
Tingkat Kepemilikan Senjata di Thailand
Thailand memiliki salah satu tingkat kepemilikan senjata tertinggi di Asia, kedua setelah Pakistan dan jauh melampaui negara-negara tetangga di Asia Tenggara.
