Bagi banyak penonton Korea yang menonton film epik baru Christopher Nolan, "The Odyssey," kisah kepulangan Odysseus tidak dimulai dari layar bioskop.
Kisah itu bermula dari ruang kelas sekolah dasar, perpustakaan lingkungan, dan rumah teman dua dekade lalu, melalui halaman-halaman berwarna dari komik "Greek and Roman Myths Through Comics" yang diilustrasikan oleh Hong Eun-young.
>>> Istana Deoksu di Seoul Terapkan Sensor Canggih untuk Deteksi Penyusup
Ketika Odysseus akhirnya menghadapi para pelamar yang mengambil alih rumahnya dalam film Nolan, Park Ji-hoon, pekerja kantoran berusia 32 tahun di Suwon, Gyeonggi Province, merasa kisah masa kecilnya mencapai akhir yang lama tak kunjung tiba.
"Momen paling memuaskan adalah melihat Odysseus membalas dendam pada para pelamar di istananya," kata Park.
"Gaya gambarnya berubah tepat sebelum bagian cerita itu dalam komik yang saya sukai saat kecil, jadi kepulangannya masih belum selesai bagi saya."
Park ingat berbagi buku dengan teman sekelas saat istirahat dan bersaing untuk meminjamnya di perpustakaan sekolah.
Menonton versi Nolan, katanya, memunculkan pemikiran baru: "Saya juga bertanya-tanya bagaimana Hong Eun-young akan menyutradarai adegan itu."
"Bagi saya, 'The Odyssey' selalu belum selesai," kata Jeong Ye-seul, 31, pekerja kantoran di Seongnam, Gyeonggi Province, yang sependapat dengan Park.
"Saya tahu akhir ceritanya belakangan, tetapi setelah Hong berhenti menggambar seri ini, rasanya masih belum lengkap."
Fenomena Penerbitan dan Dampak Budaya
Dirilis oleh Gana Publishing pada November 2000, seri komik edukatif 20 volume ini memperkenalkan mitologi Yunani kepada generasi pembaca muda melalui kisah para dewa Olympia, pahlawan, dan monster.
Berdasarkan "The Age of Fable" karya Thomas Bulfinch, seri ini menjadi fenomena penerbitan dengan penjualan lebih dari 12 juta kopi, menurut laporan industri.

