Liburan musim panas di Korea selama ini identik dengan naik feri yang padat, pantai yang ramai, dan makan seafood di tepi laut.
Namun, tren tersebut mulai berubah.
>>> Korea Umumkan Rangkaian Festival Warisan Dunia 2026
Para pelancong kini semakin beralih dari pasir pantai menuju ketenangan hutan di pedalaman pulau.
Berdasarkan survei yang dirilis Senin oleh National Institute of Forest Science, 47,4 persen responden menyebut hutan dan kawasan hijau sebagai motivasi utama mereka mengunjungi sebuah pulau.
Sementara itu, pantai dan perairan laut yang selama ini menjadi daya tarik utama hanya meraih 28,9 persen.
Survei yang melibatkan 2.000 orang dewasa berusia 20 hingga 75 tahun di seluruh Korea ini menunjukkan pergeseran menuju pariwisata lambat yang mendalam.
Hampir 63 persen responden menilai hutan pulau memiliki kualitas ekologis dan estetika yang khas, seperti iklim mikro yang terisolasi, flora pesisir yang unik, dan pemandangan laut yang dibingkai kanopi hijau.
Bagi ekonomi lokal, pariwisata berbasis hutan dinilai mampu mengatasi masalah lama, yaitu durasi kunjungan yang singkat.
>>> Seodaemun Rayakan HUT ke-81 Kemerdekaan di Kompleks Penjara Bersejarah
Lebih dari 54 persen responden menyatakan bersedia memperpanjang masa tinggal jika sebuah pulau memiliki jalur hutan yang terawat dan menarik.
Selain itu, 69,8 persen responden lebih memilih eksplorasi jalur hutan dibanding wisata konvensional.
Hampir dua pertiga responden juga mengakui potensi infrastruktur hutan untuk menghidupkan kembali komunitas daerah, terutama jika terintegrasi dengan kuliner dan akomodasi lokal.
Seiring budaya kerja jarak jauh dan gaya hidup sehat yang terus mengubah cara orang berlibur, otoritas Korea berencana memperluas riset dan pengembangan jalur hutan berkelanjutan.
Kim Seong-hak, peneliti di Forest Human Service Division, National Institute of Forest Science, mengatakan studi ini membuktikan hutan pulau dapat menjadi aset penting untuk menarik wisatawan yang tinggal lebih lama.
Ia menambahkan, pihaknya akan meningkatkan upaya penelitian untuk melestarikan lanskap hutan pulau yang unik sambil menghubungkan jalur hutan dengan sumber daya wisata lokal.
>>> Festival Penulis Internasional Seoul Digelar Bulan Depan
Dengan demikian, pariwisata hutan pulau diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan pembangunan daerah yang berkelanjutan.
