"Kita tidak boleh melupakan sejarah," ujarnya.
"Saya berharap film ini membantu penonton memahami rasa sakit yang mendalam karena kehilangan negara dan penderitaan besar yang dialami para korban sepanjang hidup mereka," tambahnya.
Ia juga berharap penonton menemukan kenyamanan dan resonansi emosional melalui film ini.
Versi baru film ini berdurasi 132 menit dan menampilkan enam menit adegan yang dihapus, memperluas cerita untuk mencakup korban perbudakan seksual masa perang di seluruh Asia selama Perang Dunia II.
Untuk mendukung pemutaran di seluruh negeri, tim menjalankan kampanye crowdfunding hingga 18 Agustus dengan menawarkan hadiah seperti mencantumkan nama kontributor di kredit akhir dan merchandise film.
>>> Spotify House Kembali ke Seoul dengan Edisi Terbesar
Mulai 26 Agustus di Busan, sutradara akan memulai tur nasional ke kota-kota seperti Daegu, Daejeon, Gwangju, dan Seoul untuk mengadakan sesi tanya jawab dengan penonton.
