Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa negaranya akan mempertahankan kendali atas Selat Hormuz yang strategis. Pernyataan itu disampaikan melalui platform Truth Social pada Rabu (13/8).
Trump menulis, "AS memiliki kendali total atas Selat Hormuz. Saya pikir kita akan mempertahankannya!"
>>> Menikahi Sahabat Sendiri, Anita Lee Temukan Sosok yang Selama Ini Dicari
Ia juga menyebut blokade angkatan laut AS sebagai "Tembok Baja" yang tidak bisa dihadapi Iran.
Sebelumnya, Selasa malam, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa AS memiliki kendali penuh atas selat tersebut. "Kami memilikinya," ujarnya.
Klaim Berbeda dengan Iran
Klaim AS bertentangan dengan pernyataan Iran yang menyebut pihaknya menguasai sebagian besar jalur air tersebut.
Iran bahkan berencana memberlakukan sistem tol sebagai respons terhadap perang yang dilancarkan AS sejak 28 Februari.
Dalam perang yang hampir berlangsung enam bulan itu, AS dan Israel telah membombardir militer Iran dan menewaskan sejumlah petinggi negara tersebut.
Tujuan awal perang termasuk memaksa Teheran meninggalkan program tenaga nuklir dan perubahan rezim.
>>> Kabar Bahagia: Cristiano Ronaldo dan Georgina Rodríguez Menikah Privat
Iran membalas dengan serangan rudal ke pangkalan AS di kawasan, Israel, dan target di negara-negara Teluk yang bersekutu dengan AS.
Respons paling efektif Iran adalah menyerang kapal-kapal di Hormuz, mengganggu jalur perdagangan dan mengguncang ekonomi dunia.
Dengan popularitas politik Trump yang menurun menjelang pemilihan kongres November, ia mengurangi ancaman untuk meningkatkan perang demi kemenangan telak.
Kondisi itu membuat perang berada dalam kebuntuan.
Namun, Trump menyatakan AS siap fokus memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran. Kepada Axios, ia menyebut strategi itu sebagai "low-key" atau tidak mencolok.
"Kami hanya setengah bernegosiasi dengan mereka.
>>> 3 HP Infinix 2 Jutaan untuk Pelajar 2026, Layar AMOLED hingga Speaker JBL
Kami hanya mengawasi Iran dengan inflasi besar dan fakta bahwa mereka tidak punya uang," kata Trump kepada Axios pada Minggu.
