PANDEGLANG - Realisasi belanja APBD Kabupaten Pandeglang baru mencapai 42,98 persen hingga semester pertama 2026. Angka itu setara Rp1,083 triliun dari total alokasi Rp2,521 triliun.
Kepala Bidang Akuntansi DPKAD Pandeglang, Cecep Malik Ismali, mengungkapkan realisasi belanja daerah baru sebesar 42,98 persen dari alokasi Rp2.521.421.555.067,00.
>>> Klaim Prabowo soal Pendapatan Ojol Naik, Driver: Justru Makin Sepi
Dana yang terserap baru Rp1.083.717.484.366,00.
Sementara itu, pendapatan daerah baru terealisasi 47,24 persen. Dari target Rp2.520.912.747.887,00, baru terkumpul Rp1.191.029.708.850,29.
Penyebab Rendahnya Serapan
Cecep menjelaskan, salah satu faktor rendahnya serapan belanja adalah penyaluran Dana Alokasi Umum (DAU) Specific Grant (SG) dari pemerintah pusat yang baru cair pada Juli 2026.
>>> Klaim Pendapatan Ojol Naik 3 Kali Lipat Dinilai Pengamat Hanya Asumsi
Akibatnya, belanja daerah yang menggunakan sumber dana DAU SG baru bisa diserap pada bulan Juli. Selain itu, pelaksanaan program dan kegiatan di sejumlah OPD juga dinilai lambat.
Dari 131 program di 64 OPD, baru 20 program yang realisasinya di atas 50 persen. Sebanyak 111 program lainnya masih di bawah 50 persen.
>>> Penjualan Ritel AS Anjlok Terburuk dalam Setahun, Sentimen Konsumen Merosot
Cecep menambahkan, penyerapan program dan kegiatan di OPD melambat. Penyebab pastinya lebih dipahami oleh masing-masing OPD.

