Kematian mendadak Hayden Panettiere di usia 36 tahun meninggalkan duka mendalam. Ia juga menyisakan sorotan pada pengakuan kelam yang sempat dibagikannya.
Tiga bulan sebelum meninggal, bintang serial Heroes dan film Bring It On ini menuangkan kisah perjuangan beratnya di industri hiburan Hollywood.
>>> Sinopsis Triple Threat: Aksi Tony Jaa dan Iko Uwais di Bioskop Trans TV
Kisah itu tertuang dalam memoar berjudul This Is Me: A Reckoning.
Panettiere mengaku menanggung beban mental hebat akibat tekanan karier dari orang tuanya. Tekanan itu sudah ia rasakan sejak debut sebagai bintang Hollywood di usia dini.
Ia diboyong menjalani audisi iklan sejak bayi. Hingga usia lima tahun, ia sudah membintangi sekitar 50 komersial.
Pola asuh yang mengejar kepopuleran itu diakui abai terhadap kesehatan emosional dan mentalnya sebagai anak-anak. Hal ini seperti diberitakan The Hollywood Reporter pada Senin (17/8).
"Saya dibentuk. Saya seperti prajurit kecil dan memang selalu begitu.
Kata 'tidak' tidak pernah menjadi pilihan. Saya hanya menjalankan perintah," kata Panettiere saat mempromosikan bukunya.
Sorotan publik yang intens di usia remaja turut memicu gangguan psikologis berupa body dysmorphia. Kondisi itu terutama saat media tabloid mengkritik bentuk fisiknya secara terbuka.
Tekanan lingkungan industri hiburan yang toxic kian diperparah pengalaman traumatis. Ia mengalami pelecehan dan eksploitasi oleh sejumlah figur berpengaruh di Hollywood.
>>> Rekaman 911 Kematian Hayden Panettiere Dirilis, Ini Isinya
Kondisi kesehatan mentalnya makin merosot setelah melahirkan sang putri, Kaya. Panettiere mengalami postpartum depression atau depresi pascamelahirkan yang parah.
Demi meredakan rasa cemas dan serangan panik yang intens, ia malah terjerat kecanduan alkohol dan obat-obatan terlarang.

