unique visitors counter
⌂ Beranda News Trump Tunda Tarif 50% untuk Kanada Setelah Kesepakatan Menit Terakhir
News

Trump Tunda Tarif 50% untuk Kanada Setelah Kesepakatan Menit Terakhir

Trump Tunda Tarif 50% untuk Kanada Setelah Kesepakatan Menit Terakhir
Trump Tunda Tarif 50% untuk Kanada Setelah Kesepakatan Menit Terakhir
A A Ukuran Teks16px

>>> Politisi PAN Sari Widyastuti Diduga Gusur Lapak UMKM di Tebet untuk Dapur MBG

Ryan Majerus, mitra di King & Spalding dan mantan pejabat perdagangan AS, mengatakan sebelum penundaan diumumkan bahwa tidak ada pihak yang benar-benar menginginkan tarif ini berlaku.

'Ada dorongan kuat di kedua sisi untuk mencari jalan keluar,' ujarnya.

Presiden dan CEO Kamar Dagang Kanada, Candace Laing, menyatakan bahwa penundaan tarif tiga hari memberi sedikit kelegaan bagi bisnis, tetapi tidak memberikan kepastian seperti yang diberikan oleh perjanjian sementara yang ditandatangani.

'Keadaan limbo ini bukan hasil yang diinginkan siapa pun,' katanya, mendesak negosiator untuk segera mencapai kesepakatan.

Latar Belakang Ketegangan Dagang

Pendekatan Trump terhadap Kanada merupakan penyimpangan luar biasa dari hubungan kooperatif tradisional antara kedua negara.

Trump telah memberlakukan tarif pada barang-barang Kanada dalam upaya membawa manufaktur kembali ke AS, dan berulang kali membuat pernyataan provokatif tentang menjadikan Kanada sebagai negara bagian ke-51.

Tarif menjadi pusat agenda ekonomi masa jabatan kedua Trump.

Tahun lalu, ia memberlakukan pajak impor dua digit hampir ke semua negara dengan menyatakan defisit perdagangan AS sebagai keadaan darurat nasional.

Namun, Mahkamah Agung pada Februari memutuskan bahwa ia melampaui wewenangnya, sehingga tarif tersebut dibatalkan dan pemerintah federal harus membayar pengembalian dana kepada importir.

Untuk mengenakan tarif pada Kanada, Trump menggunakan Section 338 dari Tariff Act 1930, yang belum pernah digunakan sebelumnya.

Bagian itu mengizinkan presiden memberlakukan tarif hingga 50 persen pada impor dari negara yang dianggap mendiskriminasi bisnis AS, tanpa penyelidikan atau batas waktu.

AS saat ini sedang merenegosiasi pakta perdagangan Amerika Utara (USMCA) yang dipaksakan Trump pada masa jabatan pertamanya.

>>> Profil Rachel Cia, Istri Dikta: Asal Usul dan Latar Belakang Keluarga

Ancaman tarif Section 338 memberi AS daya ungkit untuk mendapatkan konsesi baru dari Ottawa.

📰 Update Terbaru
stikibot