Presiden Amerika Serikat Donald Trump membantah adanya pembicaraan dengan Iran yang sedang berlangsung atau dijadwalkan. Pernyataan itu disampaikan Trump pada Selasa (19/8) melalui media sosial.
Trump juga mengunggah peta yang menandai Selat Hormuz sebagai 'Wilayah Baru AS'. Ini merupakan ejekan terbaru terhadap Teheran di tengah perang yang telah berlangsung hampir enam bulan.
>>> BI Perluas MDR QRIS 0 Persen, Efektif 1 Oktober 2026
Bantahan di Tengah Klaim Pembicaraan Positif
Sebelumnya, menantu Trump yang juga utusan khusus, Jared Kushner, mengatakan pada Senin bahwa AS dan Iran mengadakan 'percakapan yang sangat positif dan aktif'.
Namun, Trump membantah hal tersebut.
Dalam unggahannya, Trump menegaskan, 'Tidak ada pembicaraan atau percakapan yang sedang berlangsung, atau dijadwalkan, dengan Republik Islam Iran.
Blokade Angkatan Laut tetap berlaku penuh.'
Trump juga menyatakan Selat Hormuz terbuka dan beroperasi, serta semua ranjau air telah dibersihkan atau diledakkan.
Sumber AS mengatakan kepada AFP bahwa ada diskusi 'positif' dengan Iran, tetapi Trump memutuskan untuk menunggu.
Sebelumnya pada Selasa, Trump mengunggah peta di Truth Social yang menunjukkan Selat Hormuz sebagai 'Wilayah Baru AS'.
Iran telah menutup jalur air penting yang dilalui seperlima minyak dunia sebagai pembalasan atas perang yang dimulai Trump bersama Israel pada akhir Februari.
Gagasan aneksasi ini bukan pertama kali muncul.
>>> Bayi Lahir di Ambulans Saat Gempa Flores, Dinamai Agustin Gempita Aurora
Sejak kembali berkuasa pada 2025, Trump telah mengancam akan menjadikan Kanada negara bagian ke-51, merebut Greenland dan Kuba, serta menguasai Jalur Gaza, tanpa realisasi.
Sikap Iran dan Mediasi
Iran menyatakan tidak akan membuka kembali Selat Hormuz sampai Washington memenuhi daftar tuntutan, termasuk mengakhiri blokade pelabuhan Iran, mencabut sanksi minyak, membebaskan aset beku, dan membayar ganti rugi perang.

