Mediasi hak asuh anak antara Ruben Onsu dan Sarwendah resmi berakhir buntu. Proses yang berlangsung 30 hari itu gagal mencapai kesepakatan.
Kegagalan ini dipicu sejumlah persoalan, mulai dari rencana audit nafkah anak hingga permintaan pemeriksaan kesehatan Ruben.
>>> 61 Pekan di Netflix: KPop Demon Hunters Buktikan Daya Tahan
Audit Nafkah Anak Jadi Pemicu Awal
Pihak Ruben Onsu menyinggung rencana audit terhadap nafkah anak yang selama ini dikirimkan rutin setiap bulan.
Pihak Sarwendah mengaku tidak keberatan jika penggunaan nafkah tersebut diaudit. Mereka siap mempertanggungjawabkan dana yang telah diberikan.
Kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, menegaskan kesiapan kliennya untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban.
Namun, ia menyebut permintaan audit itu tidak lazim karena menyangkut kehidupan anak, seperti meminta bon saat anak makan bakso di pinggir jalan.
Rencana audit ini muncul setelah pihak Ruben menilai mekanisme penagihan nafkah tidak sesuai kesepakatan dalam Akta Nomor 39.
Minola Sebayang, kuasa hukum Ruben, sebelumnya mengungkapkan kliennya menerima rincian biaya yang lebih mirip tagihan tanpa pembahasan.
Permintaan Audit Kesehatan dari Kubu Sarwendah
Sebagai gantinya, kubu Sarwendah meminta pemeriksaan kesehatan terhadap Ruben sebagai syarat keamanan bagi anak-anak.
Chris Sam Siwu menyebut audit kesehatan lebih lazim dibanding audit nafkah. Ia juga meminta audit kesehatan untuk klien Minola.
>>> Drama Korea 2026 Ramai Angkat Kisah Balas Dendam, Penonton Puas Lihat Pelaku Dihukum
Permintaan ini muncul di tengah isu kesehatan Ruben yang sempat menjadi sorotan publik.
Isu itu mencuat setelah netizen menyoroti cuplikan percakapan dalam wawancara Minola bersama Denny Sumargo pada Sabtu (1/8).
Dalam cuplikan tersebut, Sarwendah diduga menanyakan apakah Ruben masih mengonsumsi obat HIV atau antiretroviral (ARV).
Chris Sam Siwu membenarkan percakapan itu memang dikirimkan oleh kliennya. Namun, ia menegaskan pihak Sarwendah tidak berniat membuka persoalan kesehatan Ruben ke publik.
Menanggapi permintaan audit kesehatan, Minola mempertanyakan mengapa persoalan itu baru muncul saat mediasi.
Padahal, dalam Akta Nomor 39, Ruben memiliki hak bertemu anak tanpa syarat tertentu.
Minola juga sudah merespons dokumen pemeriksaan kesehatan yang beredar. Ia menegaskan hanya menunjukkan dokumen yang diberikan Ruben kepadanya.
>>> Boikot Grammy oleh BTS Tunjukkan Hubungan Terbalik antara Artis dan Penghargaan
Dengan gagalnya mediasi, perkara gugatan hak asuh anak akan lanjut ke pemeriksaan pokok perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pekan depan.

