Sandra Bullock akhirnya angkat bicara mengenai kematian kekasihnya, Bryan Randall, yang meninggal pada 2023 dalam usia 57 tahun akibat amyotrophic lateral sclerosis (ALS).
Dalam wawancara dengan siniar Smartless yang dipandu Jason Bateman, Sean Hayes, dan Will Arnett, Bullock mengungkapkan bahwa Randall memintanya untuk merahasiakan diagnosis penyakit tersebut.
>>> Kerambit Indonesia Jadi Sorotan di Episode Baru Reacher Season 4
"Dia meminta saya untuk tidak membagikan kabar itu.
Saya tahu alasan dia meminta saya untuk tidak melakukannya," ujar Bullock, seperti diberitakan Variety pada Rabu (19/8).
Awalnya, hanya saudara perempuan Bullock, Gesine Bullock-Prado, yang mengetahui kondisi Randall. "Untuk beberapa waktu, hanya saudara perempuan saya yang mengetahuinya," katanya.
Bullock mengaku sempat berpikir bisa mengatasi situasi tersebut. "Awalnya saya berpikir, 'Oh, saya bisa mengatasinya.
Saya bisa tetap diam,'" tuturnya.
Namun, merawat Randall sambil membesarkan kedua anaknya yang masih kecil selama pandemi Covid menjadi "situasi tiga lapis yang cukup kelam".
Ia mengakui bahwa merahasiakan hal tersebut membuatnya merasa terisolasi. Hingga akhirnya, Bullock mulai berbicara dengan teman-temannya, seperti Jennifer Aniston dan Amanda Bateman.
>>> Agnez Mo Tembus Top 6 IMDb STARmeter, Sejajar dengan Tom Holland
"Melihat kondisinya saat itu, baik secara fisik maupun mental, saya mulai berduka atas kepergian Bryan bahkan empat tahun sebelum dia benar-benar meninggal," kata Bullock.
"Sosok dirinya yang sebenarnya telah pergi jauh sebelum fisiknya tiada," ujar Bullock yang telah menjalin hubungan dengan Randall selama delapan tahun sebelum fotografer itu meninggal.
"Saya rasa saya tidak pernah benar-benar memproses hal itu sampai setelah dia meninggal, karena kita terus saja terjebak dalam rutinitas yang tak henti-hentinya."

