"Namun, saya merasa menerjemahkan cerita melalui lensa Korea, dengan pergulatan lokal, konflik antargenerasi, dan rekonsiliasi, akan memberikan rasa baru."
Han menekankan bahwa ia sengaja menjauh dari pemeranan asli untuk menciptakan penampilannya sendiri. "Saya berusaha melupakan film aslinya," ujar Han.
"Saat saya fokus menafsirkan Sun-woo melalui lensa saya sendiri, kepribadian saya secara alami menyatu ke dalam karakter.
Karena banyak teman saya pekerja kantoran atau karyawan startup, saya mendapat inspirasi dari mereka untuk menggambarkan keseimbangan rapuh antara tanggung jawab CEO dan ambisi pribadi."
Selain penceritaan emosional, Kim menekankan bahwa hubungan Gi-ho dan Sun-woo lebih realistis daripada versi aslinya, dengan menyoroti kecemasan dan isolasi di tempat kerja yang dihadapi orang saat ini.
Untuk secara visual menyampaikan tekanan memimpin startup, Han juga memperhatikan detail pakaian karakternya.
"Saya menghabiskan banyak waktu memikirkan pakaian yang bisa memancarkan karisma namun tetap praktis untuk CEO muda," kata Han.
>>> NEXZ Kembali dengan Mini Album 'SAUCIN'', Tawarkan Cita Rasa Musik yang Khas
"Daripada mengikuti tren mode cepat, saya memilih pakaian yang tak lekang waktu yang mencerminkan citra profesionalnya."