unique visitors counter
⌂ Beranda News Kebijakan Trump Diprediksi Gandakan Emisi Karbon Sektor Listrik pada 2035
News

Kebijakan Trump Diprediksi Gandakan Emisi Karbon Sektor Listrik pada 2035

Kebijakan Trump Diprediksi Gandakan Emisi Karbon Sektor Listrik pada 2035
Kebijakan Trump Diprediksi Gandakan Emisi Karbon Sektor Listrik pada 2035
A A Ukuran Teks16px

Kebijakan energi fosil Presiden AS Donald Trump diperkirakan akan menggandakan emisi karbon sektor kelistrikan pada 2035.

Analisis yang dirilis Selasa oleh Natural Resources Defense Council (NRDC) mengungkapkan dampak kumulatif kebijakan tersebut.

>>> Kebakaran Kos di Tebet: Empat Tewas, Penghuni Lantai 2 Lompat Selamatkan Diri

Laporan berjudul "An Affordability Crisis of Trump's Making" itu menemukan bahwa agenda Trump akan menyebabkan hilangnya investasi bersih sebesar $700 miliar dalam dekade mendatang.

Selain itu, kapasitas pembangkit listrik tenaga angin, surya, dan penyimpanan energi baru yang hilang mencapai 390 hingga 540 gigawatt.

Sebagai perbandingan, total kapasitas terpasang India saat ini sekitar 520 gigawatt. Dampaknya, konsumen AS akan menghabiskan hingga $30 miliar lebih per tahun untuk listrik pada 2035.

Kebijakan yang Memicu Kenaikan Emisi

Laporan NRDC menyoroti sejumlah kebijakan Trump yang berkontribusi pada proyeksi tersebut.

Salah satunya adalah pengesahan One Big Beautiful Bill Act pada Juli 2025 yang memangkas kredit pajak untuk energi bersih.

Perang tarif global juga disebut telah mengganggu rantai pasokan dan menaikkan biaya teknologi pembangkit listrik.

Kebijakan lain termasuk memaksa utilitas mempertahankan pembangkit fosil yang sudah tua, membangun pembangkit batu bara baru, dan menghentikan izin proyek angin.

>>> Lapas Salemba Gelar Sidak Gabungan untuk Wujudkan Zero Halinar

Akibatnya, emisi karbon dioksida sektor kelistrikan bisa mencapai lebih dari 1 miliar metrik ton pada 2035.

Angka itu dua kali lipat dibandingkan skenario tanpa kebijakan Trump yang hanya sekitar 500 juta metrik ton.

Polusi udara tambahan dari pembangkit batu bara dan gas yang beroperasi lebih lama diprediksi menyebabkan hingga 69.000 kematian dini dan 85.000 kunjungan unit gawat darurat serta rawat inap dalam dekade mendatang.

📰 Update Terbaru