Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) mengusulkan perubahan skema insentif kendaraan ramah lingkungan. Mereka ingin tingkat emisi karbon menjadi acuan utama pemberian insentif.
Wakil Ketua Umum Periklindo Achmad Rofiqi mengatakan pendekatan ini lebih adil dibandingkan hanya memberikan insentif pada satu jenis teknologi, seperti kendaraan listrik berbasis baterai (BEV).
>>> Rusia Kaji Perpanjang Larangan Ekspor Solar Satu Bulan Lagi
"Pesan utama yang ingin kami sampaikan saat ini adalah bahwa kendaraan yang paling bersih harus menerima insentif yang paling tinggi," jelas Rofiqi dalam webinar daring, Jumat (24/7/2026).
Indonesia saat ini menghadapi dua tantangan besar: menjaga ketahanan energi nasional dan mencapai target net zero emission pada 2060.
>>> Periklindo Minta Pemerintah Perjelas Kriteria Penerima Insentif EV
Kebijakan insentif seharusnya mendorong seluruh teknologi yang mampu mengurangi emisi karbon, bukan hanya satu jenis kendaraan.
Rofiqi menambahkan, skema insentif berbasis karbon akan menciptakan persaingan yang lebih sehat di industri otomotif.
>>> Walkot Jaksel Ungkap Alasan Lambatnya Rekonstruksi SD yang Roboh Dua Tahun Lalu
Kendaraan dengan emisi tinggi akan mendapat insentif lebih kecil atau bahkan tidak mendapat subsidi, sementara kendaraan dengan emisi terendah akan mendapat dukungan paling besar.
