>>> Ayu Ting Ting Ungkap Alasan Pindah ke Jakarta Selatan demi Bilqis
Ia juga menyayangkan potensi cerita yang terbuang sia-sia akibat penulisan skenario yang ceroboh. Nicholson menyentil penulis naskah J.
P. Davis dan Lindsay Michel yang masih mengandalkan kiasan klise murah demi memicu drama.
"Hal paling mengesalkan dari Mutiny adalah film ini sebenarnya memiliki ide-ide yang cukup bagus, tetapi kemudian diombang-ambingkan dan diterlantarkan begitu saja," tulis Nicholson.
Pandangan lunak dari Vulture
Di tengah gempuran kritik, Alison Willmore dari Vulture memberikan pandangan lebih lunak.
Ia menganggap fenomena Statham yang terus mengulang formula laga serupa sebagai tontonan aksi kelas B yang tetap menghibur.
Menurut Willmore, Mutiny tetap menjadi tontonan pas untuk melepas penat berkat adegan pertarungan jarak dekat Statham yang dieksekusi secara profesional.
"Statham kini hampir berusia 60 tahun, dan fakta bahwa ia terus membuat variasi dari film yang sama secara berulang kali membawa sedikit rasa haru—sebuah kesadaran bahwa suatu hari nanti, cepat atau lambat, dia harus berhenti," ungkap Willmore.
Mutiny menceritakan Cole Reed (Jason Statham) yang menaiki kapal kargo dalam misi seorang diri.
Ia ingin membalaskan dendam setelah menyaksikan bos miliardernya dibunuh dan ia dijebak atas kejahatan tersebut.
>>> Revaldo Fifaldi Kembali Ditangkap Polisi karena Kasus Narkoba
Misi itu mendorongnya menaiki kapal kargo untuk membalas kematian bosnya sekaligus berjuang memulihkan nama baiknya.