unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › Kritikus Sebut Naskah Mutiny Jason Statham Dangkal dan Klise
Hiburan

Kritikus Sebut Naskah Mutiny Jason Statham Dangkal dan Klise

Jason Statham dalam film Mutiny
Kritikus Sebut Naskah Mutiny Jason Statham Dangkal dan Klise
A A Ukuran Teks16px

Film laga terbaru Jason Statham, Mutiny, menuai beragam respons dari kritikus film. Meski menawarkan aksi fisik khas Statham, film ini disebut tersandung sejumlah masalah.

Proyek arahan sutradara Jean-François Richet ini dinilai kepayahan dalam mengemas alur cerita. Penokohan yang dangkal dan tempo permainan yang kerap tersendat di luar adegan pertarungan juga menjadi sorotan.

Hingga Senin (24/8), Mutiny hanya mendapatkan skor 57 persen di Rotten Tomatoes dari 87 ulasan kritikus. Film ini menjadi film kedua Jason Statham pada 2026.

Kritik terhadap struktur narasi

William Bibbiani dari The Wrap menilai penonton tidak pernah mengejar kerumitan cerita saat menonton film Statham. Namun, dalam Mutiny, ia mengritik struktur narasi yang janggal.

Film ini menghabiskan terlalu banyak waktu untuk memperkenalkan konspirasi spionase korporat sebelum berpindah latar. Akibatnya, karakter penjahat utama garapan Roland Møller tampil hambar karena tak ada pendalaman.

"Hal itu sampai-sampai membuat tidak masuk akal ketika Statham naik ke atas kapal.

Saya tegaskan lagi, bagian kapal adalah hal paling tidak meyakinkan dari adegan 'Jason Statham di atas kapal'," ujar Bibbiani.

Keluhan senada soal irama penceritaan dilayangkan Jamie Graham dari Empire Online. Meski mengapresiasi koreografi laga yang keras dan intens, jeda di antara adegan adu jotos dinilai menjenuhkan.

Menurut Graham, benang merah konspirasi maupun jajaran penjahat figuran dalam film ini gagal memikat emosi penonton.

Kritik tajam dari LA Times

Kritik lebih tajam diutarakan Amy Nicholson dari LA Times.

Nicholson menilai Statham kini terlalu nyaman berada di zona aman sebagai sosok tangguh yang monoton, minim dialog, dan enggan mengeksplorasi emosi.

Ia juga menyayangkan potensi cerita yang terbuang sia-sia akibat penulisan skenario yang ceroboh. Nicholson menyentil penulis naskah J.

P. Davis dan Lindsay Michel yang masih mengandalkan kiasan klise murah demi memicu drama.

"Hal paling mengesalkan dari Mutiny adalah film ini sebenarnya memiliki ide-ide yang cukup bagus, tetapi kemudian diombang-ambingkan dan diterlantarkan begitu saja," tulis Nicholson.

Pandangan lunak dari Vulture

Di tengah gempuran kritik, Alison Willmore dari Vulture memberikan pandangan lebih lunak.

Ia menganggap fenomena Statham yang terus mengulang formula laga serupa sebagai tontonan aksi kelas B yang tetap menghibur.

Menurut Willmore, Mutiny tetap menjadi tontonan pas untuk melepas penat berkat adegan pertarungan jarak dekat Statham yang dieksekusi secara profesional.

"Statham kini hampir berusia 60 tahun, dan fakta bahwa ia terus membuat variasi dari film yang sama secara berulang kali membawa sedikit rasa haru—sebuah kesadaran bahwa suatu hari nanti, cepat atau lambat, dia harus berhenti," ungkap Willmore.

Mutiny menceritakan Cole Reed (Jason Statham) yang menaiki kapal kargo dalam misi seorang diri.

Ia ingin membalaskan dendam setelah menyaksikan bos miliardernya dibunuh dan ia dijebak atas kejahatan tersebut.

Misi itu mendorongnya menaiki kapal kargo untuk membalas kematian bosnya sekaligus berjuang memulihkan nama baiknya.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru