unique visitors counter
⌂ Beranda News Tekanan AS ke Iran Bisa Gagalkan Gencatan Dagang dengan China
News

Tekanan AS ke Iran Bisa Gagalkan Gencatan Dagang dengan China

Tekanan AS ke Iran Bisa Gagalkan Gencatan Dagang dengan China
Tekanan AS ke Iran Bisa Gagalkan Gencatan Dagang dengan China
A A Ukuran Teks16px

Washington menyatakan perang ekonomi terhadap koneksi keuangan Iran di seluruh dunia. Namun, langkah itu menghadapi kendala besar: China.

Beijing adalah mitra dagang terbesar dan pembeli minyak utama Iran.

>>> 6 Cara Efektif Tidur Nyenyak Saat Cuaca Panas, Nomor 1 Paling Penting

Di saat yang sama, Presiden AS Donald Trump bersiap menjamu Presiden China Xi Jinping bulan depan untuk menjaga gencatan dagang yang rapuh.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengumumkan 'Operation Economic Outcast' pada Senin (24/8/2026). Namun, pernyataannya tidak merinci bagaimana Washington akan menargetkan China.

Para analis meragukan efektivitas kampanye baru ini. AS harus menyeimbangkan tekanan maksimum pada Iran tanpa memicu ketegangan dengan China yang bisa merugikan ekonomi Amerika.

Respons China: Menunggu dan Melakukan Minimal

Menanggapi 'Operation Economic Outcast', Beijing menegaskan kerja samanya dengan Iran selalu dalam kerangka hukum internasional. China menerima lebih dari 80% pengiriman minyak Iran, biasanya melalui jalur tidak langsung.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian mengatakan kerja sama China-Iran tidak boleh diganggu. China akan mengambil langkah untuk melindungi kepentingannya dan menentang sanksi sepihak yang ilegal.

Edgard Kagan, penasihat senior di Center for Strategic and International Studies, menyebut respons Beijing sebagai 'holding response'. China akan berusaha mematuhi permintaan AS seminimal mungkin tanpa konfrontasi terbuka.

Kagan mencontohkan praktik transfer minyak antar kapal yang mengaburkan asal minyak mentah Iran. China cenderung berhati-hati untuk tidak melewati garis merah, tetapi tidak memenuhi semangat permintaan AS.

Sun Yun, direktur program China di Stimson Center, menilai China tidak akan serta merta mengikuti kampanye AS jika tujuannya menghancurkan ekonomi Iran.

Namun, jika tujuannya menekan Iran agar memberi konsesi di Selat Hormuz, China bisa menunjukkan kerja sama.

📰 Update Terbaru