Stray Kids kembali mencetak sejarah ketika album terbaru mereka, "THIS & THAT," debut di posisi teratas Billboard 200 pada 22 Agustus.
Ini merupakan album kesembilan berturut-turut yang berhasil menempati puncak tangga lagu tersebut.
>>> Revaldo Fifaldi Kembali Ditangkap, Ini Profil Aktor yang Empat Kali Terjerat Narkoba
Pencapaian ini memunculkan pertanyaan: bagaimana grup asuhan JYP Entertainment ini konsisten meraih sukses? Seorang akademisi menilai jawabannya bukan sekadar keberuntungan, melainkan sistem yang terstruktur.
Sistem di Balik Kesuksesan Berulang
Dominique Falla, profesor asosiasi di Griffith University, Australia, telah meneliti strategi konten K-pop. Dalam bukunya, "The K-Pop Content Strategy," ia menggunakan Stray Kids sebagai studi kasus utama.
Falla membedakan antara kampanye dan sistem.
"Kampanye adalah ledakan aktivitas yang menciptakan puncak, sementara sistem dapat mereproduksi puncak dan mempertahankan aktivitas di antaranya," jelasnya.
Menurutnya, satu lagu hit bisa datang dari lagu yang bagus atau momen viral. Namun, sembilan kali berturut-turut menunjukkan adanya infrastruktur yang lebih tangguh.
Sistem itu mencakup produksi dan distribusi label, arsitektur rilis yang dapat diprediksi, aliran konten berkelanjutan, serta aktivitas penggemar yang terorganisir.
Fandom Stray Kids, STAY, disebutnya tidak hanya global, tetapi juga konsisten terorganisir dan termotivasi untuk mengubah perhatian menjadi aktivitas tangga lagu.
Kritik dan Mekanisme Penjualan
"THIS & THAT" tersedia dalam 17 varian CD dan vinyl, lengkap dengan photocard, poster, dan stiker. Ada juga delapan edisi unduhan digital.
Kritikus menilai struktur penjualan ini lebih mengandalkan barang koleksi daripada pendengar. Falla tidak membantah mekanisme tersebut.
"Kritik tersebut mengidentifikasi mekanisme yang mendasari hasil, bukan membatalkannya," katanya. Album K-pop, menurutnya, telah lama berubah menjadi objek identitas kolektibel.
