unique visitors counter
⌂ Beranda News Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Tuntut Kepulangan Aman ke Myanmar
News

Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Tuntut Kepulangan Aman ke Myanmar

Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Tuntut Kepulangan Aman ke Myanmar
Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Tuntut Kepulangan Aman ke Myanmar
A A Ukuran Teks16px

Ribuan pengungsi Rohingya dari Myanmar yang tinggal di puluhan kamp di Bangladesh menggelar unjuk rasa pada Selasa (25/8) untuk menuntut kepulangan yang aman ke negara asal mereka, sembilan tahun setelah melarikan diri dari tindakan keras pemerintah.

Para demonstran mendesak komunitas internasional untuk memastikan keamanan di negara bagian Rakhine saat mereka memperingati 'Hari Peringatan Kesembilan Genosida Rohingya'.

>>> Harga Emas Pegadaian Hari Ini 26 Agustus 2026: Antam, Galeri 24, dan UBS Kompak Stabil, Saatnya Cicil atau Tahan?

Lebih dari satu juta pengungsi dari etnis minoritas Rohingya kini tinggal di kamp-kamp luas di sekitar distrik Cox's Bazar, Bangladesh tenggara.

Sebagian besar dari mereka melarikan diri dalam eksodus massal pada 2017 setelah Myanmar yang mayoritas beragama Buddha melancarkan tindakan keras di Rakhine, menyusul serangan oleh kelompok pemberontak Muslim Rohingya.

Upaya Repatriasi yang Gagal

Pemerintah Bangladesh sebelumnya telah mencoba memulai repatriasi setidaknya dua kali, tetapi tidak berhasil karena tidak ada pengungsi yang mau kembali karena masalah keamanan.

Bangladesh menegaskan tidak akan memaksa siapa pun untuk kembali.

Pada hari yang sama, misi diplomatik dari 15 negara dan Uni Eropa di Bangladesh menyerukan dukungan internasional yang berkelanjutan bagi para pengungsi Rohingya.

Dalam pernyataan bersama, misi tersebut menyebut 'hampir 1,2 juta pengungsi Rohingya tetap berada di Bangladesh' dan memuji negara serta rakyatnya yang telah memberikan perlindungan selama hampir satu dekade.

Kanada, Denmark, Finlandia, Prancis, Jerman, Irlandia, Italia, Jepang, Kosovo, Belanda, Norwegia, Spanyol, Swedia, Swiss, dan Inggris bergabung dalam pernyataan tersebut.

Kekhawatiran atas Konflik di Rakhine

Misi-misi tersebut menyatakan keprihatinan atas meningkatnya konflik di negara bagian Rakhine, dengan mengatakan bahwa kebutuhan kemanusiaan yang semakin besar, serangan udara terhadap infrastruktur sipil, dan pembatasan bantuan serta perdagangan memperburuk krisis dan mendorong perpindahan lebih lanjut ke Bangladesh dan seluruh kawasan.

📰 Update Terbaru