Apakah itu berarti kita diharapkan tetap di sini selama 50 tahun lagi?' kata pemimpin pengungsi Rohingya Sayed Ullah pada Selasa.
Arakan adalah nama lama Rakhine. 'Kami tidak bisa tinggal di sini selama 50 tahun.
Mengingat situasi saat ini di Arakan, kita perlu menentukan bagaimana lingkungan yang kondusif bagi perdamaian dapat diciptakan,' katanya.
Awal bulan ini, pemerintah yang didukung militer Myanmar mengatakan bahwa lebih dari 300.000 pengungsi Rohingya yang tinggal di kamp-kamp di Bangladesh adalah mantan penduduk negara bagian Rakhine dan akan menerima kepulangan mereka setelah kondisi keamanan membaik.
>>> Harga Emas Antam 26 Agustus 2026 Turun ke Rp2.750.000, Peluang Jual?
Namun, Bangladesh mempermasalahkan statistik Myanmar dan penolakannya yang terus-menerus untuk menggunakan istilah 'Rohingya', dengan mencatat bahwa melabeli mereka sebagai 'Bengali' adalah upaya untuk menyangkal identitas mereka.
