Peta Jalan Pemulihan: Tiga Minggu Menuju Fase Rekonstruksi
Tak hanya membawa empati, Presiden Prabowo juga membawa kabar baik berupa peta jalan penanganan bencana. Dalam keterangannya kepada awak media, Kepala Negara mengajak masyarakat NTT untuk tetap tenang, namun tidak mengurangi kewaspadaan.
Menurut kajian para ahli yang disampaikan oleh Presiden, masa-masa kritis pascabencana ini diperkirakan masih akan berlangsung selama beberapa waktu ke depan.
“Ini masalah alam, kita waspadai, kita belajar, dan kita ambil langkah-langkah persiapan. Menurut para ahli, kita butuh kesabaran, mungkin maksimal 3 minggu lagi, baru relatif aman semuanya,” jelas Presiden.
Setelah masa waspada tersebut berlalu, pemerintah akan segera memasuki fase rekonstruksi. Presiden memastikan bahwa pembangunan Hunian Tetap (Huntap) atau Hunian Sementara (Huntara) serta perbaikan rumah-rumah warga yang rusak akan segera dieksekusi.
Janji Mutlak: Negara Hadir untuk Saudara Sendiri
Kunjungan kerja ke Nagekeo ini menegaskan satu prinsip utama pemerintah: kepedulian sosial dan kehadiran negara di garis depan krisis. Di tengah ketidakpastian dan duka pascabencana, masyarakat NTT membutuhkan kepastian bahwa mereka tidak berjuang sendirian.
Menutup kunjungannya, Presiden Prabowo memberikan sebuah janji yang menjadi sandaran harapan bagi ribuan pengungsi di Nagekeo dan sekitarnya.
“Percayalah, pemerintah tidak akan membiarkan saudara sendiri. Kita hadir, dan kita akan terus membantu saudara-saudara,” tegas Presiden.
Kehadiran Presiden Prabowo di tengah-tengah pengungsi Nagekeo kali ini menjadi bukti nyata bahwa di tengah reruntuhan dan duka, semangat gotong royong dan tangan negara akan selalu ada untuk membangun kembali harapan masyarakat Flores.